Nyeri Lutut Saat Berjalan dan Naik Turun Tangga: Penyebab & Penanganannya

Pernah merasa nyeri lutut saat berjalan atau naik turun tangga? Keluhan ini cukup sering dialami, baik saat melakukan aktivitas sehari-hari maupun ketika berolahraga.

Nyeri lutut tidak selalu berarti adanya kerusakan serius pada sendi. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari masalah pada tempurung lutut, otot dan jaringan di sekitar lutut, cedera, hingga osteoarthritis atau pengapuran sendi lutut.

Aktivitas seperti naik dan turun tangga dapat membuat keluhan terasa lebih jelas karena lutut harus menahan beban sambil bergerak dalam posisi menekuk. Penelitian mengenai beban sendi lutut pada aktivitas sehari-hari juga menunjukkan bahwa berjalan dan menaiki tangga memberikan beban pada lutut, dengan nyeri pada osteoarthritis dilaporkan cukup menonjol saat aktivitas seperti naik tangga. 

Mengapa Lutut Bisa Sakit Saat Berjalan dan Naik Turun Tangga?

Lutut merupakan sendi yang berperan penting dalam menopang tubuh dan memungkinkan kita melakukan berbagai aktivitas seperti berjalan, berdiri, berlari, jongkok, hingga naik turun tangga.

Saat lutut mengalami gangguan, aktivitas yang membutuhkan pembebanan dan gerakan menekuk lutut dapat memicu rasa nyeri.

Beberapa kemungkinan penyebabnya antara lain:

1. Patellofemoral Pain

Patellofemoral pain merupakan salah satu penyebab nyeri di bagian depan lutut, terutama di sekitar atau di belakang tempurung lutut.

Keluhan dapat muncul atau memburuk ketika melakukan aktivitas yang memberikan beban pada lutut, seperti jongkok, berlari, duduk dalam waktu lama, serta naik dan turun tangga.

Kondisi ini dapat berkaitan dengan berbagai faktor, seperti pola gerak, kekuatan otot, aktivitas fisik, maupun faktor biomekanik pada tungkai.

2. Osteoarthritis Lutut

Osteoarthritis atau OA lutut merupakan kondisi degeneratif yang dapat menyebabkan nyeri, kaku, dan penurunan fungsi lutut.

Keluhan biasanya lebih terasa ketika lutut digunakan untuk aktivitas yang memberikan beban, misalnya berjalan, berdiri, atau naik turun tangga.

Penanganan osteoarthritis tidak hanya berfokus pada mengurangi rasa sakit, tetapi juga mempertahankan fungsi dan kemampuan bergerak. Latihan penguatan, aktivitas fisik yang sesuai, edukasi, dan program pengelolaan diri merupakan bagian penting dalam penanganan OA lutut. 

3. Cedera atau Overuse

Nyeri lutut juga dapat muncul setelah aktivitas fisik yang terlalu berat, peningkatan intensitas olahraga secara tiba-tiba, atau gerakan yang dilakukan berulang kali.

Misalnya, seseorang yang tiba-tiba meningkatkan frekuensi berlari, melakukan squat dalam jumlah banyak, atau melakukan aktivitas yang membebani lutut dapat mengalami keluhan akibat penggunaan berlebihan.

4. Gangguan pada Tendon atau Jaringan di Sekitar Lutut

Tendon dan jaringan lunak di sekitar lutut juga dapat mengalami iritasi atau cedera. Nyeri biasanya lebih terasa ketika jaringan tersebut mendapatkan beban atau digunakan dalam aktivitas tertentu.

Karena lokasi dan karakter nyerinya dapat berbeda-beda, pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui struktur yang kemungkinan mengalami masalah.

5. Faktor Biomekanik

Cara seseorang berjalan dan bergerak juga dapat memengaruhi beban yang diterima lutut.

Kekuatan otot, kontrol gerakan, posisi tungkai, hingga kondisi kaki dapat menjadi bagian dari faktor yang perlu diperhatikan ketika seseorang mengalami nyeri lutut.

Oleh karena itu, penanganan nyeri lutut sebaiknya tidak hanya berfokus pada lokasi yang terasa sakit, tetapi juga mempertimbangkan fungsi tungkai secara keseluruhan.

Bagaimana Cara Mengatasi Nyeri Lutut?

Penanganan nyeri lutut bergantung pada penyebab, tingkat keluhan, kondisi fisik, dan aktivitas masing-masing individu.

1. Fisioterapi

Fisioterapi dapat menjadi bagian penting dalam penanganan nyeri lutut, terutama ketika terdapat masalah pada kekuatan otot, kontrol gerakan, fleksibilitas, atau fungsi tungkai.

Program fisioterapi dapat mencakup latihan penguatan otot, latihan kontrol gerak, latihan keseimbangan, edukasi aktivitas, serta latihan fungsional yang disesuaikan dengan kondisi pasien.

Pada patellofemoral pain, evidence-based guideline menempatkan exercise therapy dan edukasi sebagai bagian utama penanganan, sementara intervensi tambahan dapat dipilih berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien. 

Untuk osteoarthritis lutut, guideline juga merekomendasikan latihan yang disupervisi maupun latihan mandiri untuk membantu meningkatkan nyeri dan fungsi. 

2. Menggunakan Decker Lutut atau Knee Support

Pada kondisi tertentu, decker lutut atau knee support dapat digunakan sebagai salah satu bagian dari penanganan.

Namun, penggunaannya tidak bisa disamaratakan untuk semua jenis nyeri lutut.

Jenis knee brace yang berbeda dapat memiliki fungsi yang berbeda, misalnya brace untuk memberikan dukungan, membantu mengontrol gerakan, atau memberikan pengaruh biomekanik tertentu pada sendi.

Pada osteoarthritis lutut, guideline American College of Rheumatology/Arthritis Foundation memberikan rekomendasi kuat untuk tibiofemoral bracing pada tibiofemoral OA dan rekomendasi bersyarat untuk patellofemoral bracing pada patellofemoral OA. 

3. Mengatur Aktivitas

Ketika lutut sedang mengalami nyeri, bukan berarti semua aktivitas harus dihentikan.

Aktivitas dapat disesuaikan berdasarkan kemampuan dan tingkat nyeri. Pada beberapa kondisi, mengurangi sementara aktivitas yang memperberat keluhan kemudian secara bertahap kembali melakukan aktivitas dapat menjadi bagian dari proses pemulihan.

Fisioterapis dapat membantu menentukan jenis dan intensitas latihan yang sesuai.

4. Menjaga Berat Badan Jika Diperlukan

Pada individu dengan osteoarthritis lutut yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, pengelolaan berat badan dapat menjadi bagian dari strategi penanganan karena dapat membantu mengurangi nyeri dan meningkatkan fungsi.

Jangan Abaikan Nyeri Lutut Saat Aktivitas

Nyeri lutut saat berjalan, naik tangga, atau turun tangga dapat berasal dari berbagai kondisi. Karena penyebabnya tidak selalu sama, penanganannya pun tidak bisa disamaratakan.

Jika nyeri sudah mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya lakukan pemeriksaan untuk mengetahui kondisi lutut dan faktor yang mungkin berkontribusi terhadap keluhan.

Di Ortholight Medika, evaluasi dapat menjadi langkah awal untuk menentukan kebutuhan orthosis seperti knee brace/decker lutut serta mengarahkan pasien pada penanganan yang sesuai, termasuk fisioterapi bila diperlukan.

#ortholightmedika #deckerlutut #nyerilutut #osteoathritis 

Facebook
Twitter
LinkedIn
Scroll to Top