Pernah mengalami pergelangan kaki terkilir saat berjalan, berolahraga, atau sekadar menginjak permukaan yang tidak rata? Awalnya mungkin terasa seperti cedera biasa. Namun, jika pergelangan kaki berulang kali terkilir atau terasa goyah saat menapak, kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan.
Keluhan tersebut bisa berkaitan dengan ankle instability atau ketidakstabilan pergelangan kaki. Kondisi ini dapat muncul setelah cedera berulang dan membuat seseorang merasa kurang percaya diri ketika berjalan maupun melakukan aktivitas fisik.
Lantas, apa sebenarnya ankle instability, apa penyebabnya, dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasannya berikut ini.
Apa Itu Ankle Instability?
Ankle instability adalah kondisi ketika pergelangan kaki terasa tidak stabil atau mudah mengalami cedera berulang. Kondisi ini dapat berkembang setelah seseorang mengalami ankle sprain atau keseleo pada pergelangan kaki, terutama jika pemulihan sebelumnya belum mengembalikan fungsi dan kestabilan kaki secara optimal.
Salah satu bentuknya adalah chronic ankle instability (CAI), yaitu ketidakstabilan pergelangan kaki yang menetap setelah cedera sebelumnya. Penderitanya dapat mengalami sensasi pergelangan kaki seperti akan terkilir kembali, mudah goyah, atau mengalami episode cedera berulang.
Ankle instability tidak selalu berarti ligamen mengalami kerusakan berat. Gangguan keseimbangan, penurunan kemampuan merasakan posisi sendi, kelemahan otot, dan perubahan kontrol gerakan juga dapat berperan.
Menurut pedoman praktik klinis yang diterbitkan dalam Journal of Orthopaedic & Sports Physical Therapy (2021), penanganan kondisi ini perlu mempertimbangkan gangguan fungsi, kestabilan dinamis, serta kebutuhan aktivitas setiap individu.
Apa Penyebab Pergelangan Kaki Sering Terkilir?
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan pergelangan kaki mudah terkilir atau terasa tidak stabil.
1. Riwayat keseleo sebelumnya
Keseleo atau ankle sprain terjadi ketika ligamen yang membantu menstabilkan sendi pergelangan kaki mengalami peregangan berlebihan atau robekan.
Setelah cedera, sebagian orang masih mengalami gangguan fungsi meskipun nyeri dan pembengkakan sudah berkurang. Jika kestabilan, kekuatan, dan kontrol gerakan belum pulih dengan baik, risiko cedera berulang dapat meningkat.
2. Gangguan keseimbangan dan koordinasi
Pergelangan kaki membutuhkan koordinasi otot, sistem saraf, dan informasi sensorik agar tubuh tetap stabil saat berdiri maupun bergerak.
Cedera sebelumnya dapat memengaruhi kemampuan tubuh mendeteksi posisi sendi dan merespons perubahan permukaan. Akibatnya, seseorang mungkin merasa lebih mudah goyah ketika berjalan di jalan tidak rata atau melakukan aktivitas yang membutuhkan perubahan arah secara cepat.
3. Kekuatan otot yang belum optimal
Otot di sekitar pergelangan kaki membantu mengontrol gerakan dan menopang tubuh ketika berjalan atau berlari.
Jika kekuatan dan koordinasi otot belum kembali optimal setelah cedera, kemampuan pergelangan kaki untuk mengendalikan gerakan dapat terganggu. Karena itu, rehabilitasi tidak cukup hanya menunggu nyeri menghilang.
4. Kembali beraktivitas terlalu cepat
Kembali berolahraga atau melakukan aktivitas berat sebelum fungsi pergelangan kaki pulih dapat meningkatkan risiko cedera berulang.
Pemulihan sebaiknya mempertimbangkan nyeri, rentang gerak, kekuatan, keseimbangan, serta kemampuan melakukan gerakan sesuai kebutuhan aktivitas.
Apakah Ankle Instability Bisa Dicegah?
Risiko cedera berulang dapat dikurangi dengan pemulihan yang tepat setelah keseleo. Beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi:
- Menyelesaikan program rehabilitasi sesuai kebutuhan.
- Melatih kekuatan, keseimbangan, dan koordinasi pergelangan kaki.
- Meningkatkan intensitas aktivitas secara bertahap.
- Menggunakan ankle brace atau taping apabila direkomendasikan berdasarkan risiko dan jenis aktivitas.
- Memperhatikan permukaan tempat berjalan atau berolahraga.
Penelitian menunjukkan bahwa latihan keseimbangan dan program latihan terapeutik dapat membantu mengurangi risiko keseleo berulang. Pedoman praktik klinis juga merekomendasikan latihan keseimbangan dan neuromuskular untuk membantu meningkatkan kestabilan fungsional pada individu dengan chronic ankle instability.
Meski demikian, tidak ada satu metode yang menjamin cedera tidak akan terulang. Pencegahan perlu disesuaikan dengan faktor risiko dan kondisi setiap individu.
Konsultasikan di Ortholight Medika
Pergelangan kaki yang sering terkilir bukan sekadar masalah keseleo biasa. Pada sebagian orang, keluhan tersebut dapat berkaitan dengan ketidakstabilan yang memerlukan evaluasi dan rehabilitasi terarah.
Dengan pemeriksaan yang sesuai, penyebab keluhan dapat dinilai dan rencana penanganan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.
Jika kamu mengalami pergelangan kaki yang sering terkilir atau terasa goyah saat berjalan, konsultasikan kondisi tersebut kepada tenaga medis untuk mengetahui langkah penanganan yang tepat.
📞0811-1380-3793
📞0819-1001-1557