Flat Feet Bisa Menyebabkan Skoliosis: Benarkah Ada Hubungannya?

Banyak orang mengira flat feet (kaki datar) hanya menyebabkan kaki cepat lelah atau nyeri telapak kaki. Padahal, beberapa penelitian menunjukkan bahwa kondisi ini dapat memengaruhi postur tubuh bagian atas, termasuk panggul dan tulang belakang—bahkan berpotensi berkaitan dengan skoliosis pada sebagian individu. 

Apa Itu Flat Feet?

Flat feet terjadi ketika lengkungan kaki turun atau hilang sepenuhnya. Hal ini menyebabkan pronasi berlebih, yaitu tumit dan pergelangan kaki berputar ke dalam.

Menurut studi Zaharieva (2014), anak-anak dengan flat feet memiliki kecenderungan lebih besar mengalami kelainan postur, termasuk deviasi panggul dan tulang belakang. (Zaharieva D., 2014, Scoliosis Journal).

Bagaimana Flat Feet Bisa Memengaruhi Tulang Belakang?

1. Overpronasi Mengubah Posisi Panggul

Flat feet menyebabkan tumit masuk ke dalam (valgus heel).

Penelitian Liu et al. (2024) menemukan bahwa pronasi kaki menyebabkan internal rotasi pada tibia dan femur, yang berujung pada tilt panggul dan perubahan keseimbangan tulang belakang.

(Liu et al., 2024, PMC)

2. Kompensasi Tulang Belakang

Ketika panggul tidak sejajar, tulang belakang berusaha menyeimbangkan posisi tubuh, sehingga dapat muncul kelengkungan samping yang menyerupai skoliosis.

Studi biomekanik oleh Frontiers in Pediatrics (2025) menunjukkan bahwa anak dengan pronasi kaki berlebihan menunjukkan kecenderungan lebih tinggi untuk memiliki asimetris tubuh, termasuk kurva tulang belakang.

(Frontiers in Pediatrics, 2025)

3. Perubahan Pola Jalan

Cara berjalan (gait) yang berubah akibat flat feet dapat memengaruhi rotasi pelvis dan tulang belakang.

Studi 2024 menemukan bahwa terdapat hubungan signifikan antara profil gait dan alignment tulang belakang pada remaja dengan skoliosis idiopatik.

(PubMed, 2024).

Ciri-Ciri Flat Feet yang Dapat Memicu Masalah Postur

  • Tumit miring ke dalam (overpronasi)
  • Sepatu aus tidak rata
  • Sering pegal di pinggang dan pinggul
  • Salah satu bahu atau pinggul terlihat lebih tinggi
  • Pola jalan tampak “mengayun” atau tidak stabil

Penelitian Latifah et al. (2024) menunjukkan bahwa flat feet mengganggu keseimbangan statis, yang berkontribusi pada kompensasi postural.

(Latifah et al., 2024, FISIO MU Journal). 

Apakah Semua Flat Feet Pasti Menyebabkan Skoliosis?

Tidak semua orang dengan flat feet akan mengalami skoliosis. Namun, penelitian menunjukkan bahwa flat feet dapat menjadi faktor pendukung bila ada:

  • ketidakseimbangan panggul
  • pertumbuhan cepat pada anak
  • kelemahan otot postural
  • kelainan biomekanik lain

Artinya, flat feet bisa menjadi salah satu faktor risiko, terutama bila dibiarkan tanpa koreksi.

Bagaimana Mencegah Risiko Skoliosis pada Penderita Flat Feet?

1. Penggunaan Custom Insole

Menurut beberapa studi, koreksi lengkungan dengan custom insole dapat membantu mengembalikan alignment kaki–panggul–tulang belakang lebih optimal (Liu et al., 2024).

2. Latihan Penguatan Kaki

Latihan arch strengthening dan propriosepsi dapat mengurangi kompensasi tubuh.

3. Kontrol Skoliosis Rutin (Terutama Pada Anak)

Jika ditemukan tanda awal skoliosis, tindakan seperti brace atau terapi postural dapat dilakukan sebelum kurva bertambah.

🔎 Kesimpulan

Flat feet memang bukan satu-satunya penyebab skoliosis, tetapi penelitian menunjukkan bahwa kondisi kaki ini dapat memengaruhi biomekanik panggul dan tulang belakang. Bila dibiarkan, perubahan postur akibat flat feet bisa berkembang menjadi kelengkungan tulang belakang.

Pemeriksaan dini, penggunaan insole khusus, dan pemantauan skoliosis sangat penting untuk mencegah progresi masalah postural.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Scroll to Top