Banyak wanita dengan skoliosis merasa khawatir ketika merencanakan kehamilan.
Pertanyaan yang paling sering muncul adalah: apakah skoliosis bisa memengaruhi kehamilan, proses persalinan, atau kondisi bayi?
Apakah Skoliosis Menghambat Kehamilan?
✅ Pada umumnya tidak.
Penelitian menunjukkan bahwa wanita dengan skoliosis:
✔️Tetap memiliki kesuburan normal
✔️Tidak memiliki risiko lebih tinggi mengalami keguguran
✔️Dapat menjalani kehamilan seperti wanita tanpa skoliosis
✔️Skoliosis tidak menghalangi terjadinya kehamilan secara langsung.
Pengaruh Skoliosis Selama Masa Kehamilan :
1. Nyeri Punggung Lebih Mudah Muncul
Selama hamil, perubahan berikut dapat memperberat keluhan:
•Peningkatan berat badan
•Perubahan pusat gravitasi tubuh
•Hormon relaksin yang melonggarkan sendi
•Beban ekstra pada tulang belakang
Pada penderita skoliosis, kondisi ini bisa menyebabkan:
•Nyeri punggung bawah
•Pegal satu sisi
•Cepat lelah saat berdiri lama
Namun, nyeri ini umumnya masih dapat ditangani dengan aman.
2. Pengaruh terhadap Pernapasan
Pada skoliosis berat (di atas 70°), terutama lengkungan dada:
•Kapasitas paru bisa menurun
•Ibu hamil bisa lebih mudah sesak
Namun kondisi ini jarang terjadi dan perlu pemantauan dokter spesialis secara rutin.
Apakah Skoliosis Mempengaruhi Proses Persalinan?
Persalinan Normal
Banyak ibu dengan skoliosis tetap bisa:
✅ Melahirkan normal
✅ Mengejan dengan baik
✅ Tidak mengalami komplikasi berarti
Skoliosis bukan indikasi mutlak operasi caesar.
Operasi Caesar
Caesar biasanya dilakukan karena:
•Indikasi obstetri (posisi bayi, kondisi ibu & janin)
•Nyeri punggung berat
•Riwayat operasi tulang belakang tertentu
Bukan semata-mata karena skoliosisnya.
Kesimpulan
👉 Skoliosis tidak menghalangi kehamilan.
👉 Mayoritas wanita dengan skoliosis dapat hamil dan melahirkan dengan aman.
👉 Risiko komplikasi bergantung pada derajat dan kondisi tulang belakang.
👉 Dengan pemantauan yang tepat, kehamilan tetap bisa berjalan sehat dan nyaman.