Bersepeda sering dipilih sebagai olahraga ringan karena tidak memberikan hentakan berlebihan pada tubuh. Sebagian pasien bahkan memilih berhenti olahraga karena takut kelengkungan tulang belakangnya bertambah. Padahal, aktivitas fisik tetap dibutuhkan oleh tubuh, termasuk pada penderita skoliosis asalkan dilakukan dengan cara yang tepat.
Lalu sebenarnya, bagaimana hubungan antara skoliosis dan bersepeda menurut medis?
Apakah Penderita Skoliosis Boleh Bersepeda?
Secara umum, penderita skoliosis tetap boleh bersepeda.
Tidak ada penelitian yang menyebutkan bahwa bersepeda dapat menyebabkan skoliosis bertambah parah, selama dilakukan dalam batas wajar dan tidak menimbulkan nyeri.
Namun perlu dipahami bahwa bersepeda bukan terapi untuk meluruskan tulang belakang, melainkan aktivitas fisik pendukung.
Artinya, boleh dilakukan, tapi bukan satu-satunya solusi.
Manfaat Bersepeda bagi Penderita Skoliosis
Walaupun tidak bersifat korektif, bersepeda tetap memberikan manfaat, antara lain:
• Membantu menjaga kekuatan otot
Saat bersepeda, otot perut, punggung, dan panggul bekerja menjaga stabilitas tubuh. Otot-otot ini berperan penting dalam menopang tulang belakang saat beraktivitas sehari-hari.
• Menjaga kebugaran tubuh
Pada beberapa penderita skoliosis, kapasitas fisik bisa menurun. Bersepeda membantu mempertahankan stamina tanpa memberikan beban berlebihan.
• Relatif aman untuk sendi
Karena minim hentakan, risiko cedera sendi dan tekanan berlebih pada tulang belakang lebih rendah dibanding olahraga berdampak tinggi.
Menurut Penelitian oleh Negrini et al. (2018) , olahraga umum tidak meningkatkan progresivitas kurva skoliosis pada pasien anak maupun remaja, selama dilakukan secara aman dan terkontrol.
Artinya, aktivitas seperti bersepeda tidak terbukti membuat sudut kelengkungan bertambah. (https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/29435499/)
Sebuah penelitian di American Journal of Sports Medicine menemukan bahwa olahraga rekreasional seperti bersepeda aman dilakukan oleh remaja dengan skoliosis idiopatik, selama tidak dilakukan secara berlebihan atau dalam intensitas kompetitif tinggi (Ristolainen et al., 2012).
(Ristolainen L et al. American Journal of Sports Medicine, 2012.
https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22174300/)
Meskipun olahraga umum seperti bersepeda bermanfaat untuk kebugaran dan kekuatan otot, penelitian Schreiber S, et al. (2016) menunjukkan bahwa perbaikan kurva tulang belakang (Cobb angle) hanya dapat dicapai melalui latihan spesifik skoliosis, seperti metode Schroth, yang dirancang untuk mengoreksi postur dan asimetri tubuh.
(Schreiber S, et al. (2016). PLOS ONE.
https://doi.org/10.1371/journal.pone.0168746)