Plantar fasciitis merupakan penyebab nyeri tumit yang paling sering terjadi, terutama saat langkah pertama di pagi hari atau setelah duduk lama. Kondisi ini berhubungan dengan stres mekanik berulang pada jaringan plantar fascia yang menopang lengkungan kaki.
Sebelum kembali beraktivitas, terdapat beberapa hal penting yang perlu dipertimbangkan agar nyeri tidak bertambah dan proses pemulihan berjalan optimal.
1. Menilai Tingkat Nyeri dan Fase Cedera
Menurut Clinical Practice Guideline JOSPT 2023, nyeri plantar fasciitis yang masih berada pada fase akut sebaiknya tidak langsung diberikan aktivitas berdampak tinggi.
Penelitian tersebut menyatakan bahwa beban berulang pada fase nyeri aktif dapat memperpanjang durasi penyembuhan dan meningkatkan risiko nyeri kronis.
2. Pemilihan Jenis Aktivitas
Menurut penelitian Morrissey et al. (2021) dalam British Journal of Sports Medicine, modifikasi aktivitas merupakan intervensi awal yang sangat dianjurkan pada plantar heel pain.
Penelitian ini menyatakan bahwa aktivitas berdampak rendah (low-impact) seperti berenang atau bersepeda dapat mempertahankan kebugaran tanpa memperberat beban plantar fascia, dibandingkan aktivitas seperti lari atau lompat.
3. Alas Kaki dan Orthotic Support
Menurut penelitian Landorf et al. (2006), penggunaan foot orthoses terbukti membantu mengurangi nyeri tumit pada penderita plantar fasciitis.
Penelitian tersebut menyatakan bahwa dukungan lengkungan kaki dan bantalan tumit mampu menurunkan tekanan mekanik pada plantar fascia saat berjalan.
4. Peregangan Otot Betis dan Plantar Fascia
Menurut penelitian DiGiovanni et al. (2006), latihan stretching spesifik plantar fascia memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan stretching Achilles tendon biasa.
Penelitian ini menyatakan bahwa stretching plantar fascia secara rutin dapat menurunkan nyeri secara signifikan dan meningkatkan fungsi kaki dalam jangka panjang.
5. Penguatan Otot Kaki
Menurut studi oleh Thong-On et al. (2019), kombinasi latihan strengthening dan stretching menunjukkan perbaikan nyeri dan pola jalan pada penderita plantar fasciitis.
Penelitian tersebut menyatakan bahwa penguatan otot intrinsik kaki membantu meningkatkan stabilitas lengkungan kaki dan mengurangi tarikan berlebih pada plantar fascia.
6. Taping sebagai Terapi Pendukung
Menurut systematic review yang dipublikasikan dalam Foot & Ankle International, teknik taping seperti Low-Dye taping terbukti memberikan efek penurunan nyeri jangka pendek.
Penelitian tersebut menyatakan bahwa taping membantu mengurangi pronasi berlebih dan menurunkan tegangan pada plantar fascia selama fase berjalan.
Kesimpulan
Berdasarkan berbagai penelitian, penderita plantar fasciitis tetap dapat beraktivitas dengan aman apabila dilakukan secara terkontrol. Penyesuaian jenis aktivitas, pemilihan alas kaki yang tepat, latihan peregangan dan penguatan, serta peningkatan beban bertahap terbukti secara ilmiah membantu mempercepat pemulihan dan menurunkan risiko kekambuhan.
Pendekatan fisioterapi dan orthopedic support yang tepat menjadi bagian penting dalam tata laksana plantar fasciitis secara menyeluruh.