Skoliosis adalah kondisi kelengkungan tulang belakang yang dapat berkembang seiring waktu, terutama jika tidak ditangani dengan tepat. Selain faktor pertumbuhan dan kondisi medis, aktivitas sehari-hari juga berperan dalam mempercepat perburukan skoliosis.
Memahami kegiatan apa saja yang berisiko dapat membantu pasien lebih waspada dan mencegah progresivitas kelengkungan.
1. Membawa Beban Berat di Satu Sisi Tubuh
Kebiasaan membawa tas berat di satu bahu, baik tas sekolah maupun tas kerja, dapat menyebabkan:
•Beban tidak seimbang pada tulang belakang
•Tekanan berlebih pada sisi tertentu
•Memperparah kelengkungan yang sudah ada
Pada pasien skoliosis, kondisi ini dapat mempercepat perubahan postur.
2. Duduk dengan Postur yang Tidak Seimbang dalam Waktu Lama
Duduk miring, membungkuk, atau bersandar hanya di satu sisi dalam waktu lama dapat:
•Memicu ketidakseimbangan otot
•Memberikan tekanan asimetris pada tulang belakang
•Mengurangi efektivitas terapi yang sedang dijalani
Kondisi ini sering terjadi saat belajar, bekerja, atau menggunakan gawai.
3. Jarang Bergerak dan Kurang Aktivitas Fisik
Kurangnya aktivitas fisik dapat menyebabkan:
•Otot penyangga tulang belakang menjadi lemah
•Fleksibilitas tulang belakang menurun
•Postur tubuh semakin sulit terkoreksi
Otot yang lemah membuat tulang belakang lebih mudah mengikuti arah kelengkungan.
4. Olahraga dengan Gerakan Asimetris Berlebihan
Beberapa jenis olahraga dengan dominasi satu sisi tubuh, jika dilakukan tanpa pengawasan, dapat memperberat ketidakseimbangan, seperti:
•Tenis
•Bulutangkis
•Bowling
Bukan berarti olahraga ini harus dihentikan sepenuhnya, tetapi perlu disesuaikan dan diimbangi dengan latihan korektif.
5. Latihan Angkat Beban Tanpa Teknik yang Tepat
Latihan beban yang:
•Terlalu berat
•Dilakukan tanpa pengawasan
•Menggunakan teknik yang salah
dapat meningkatkan tekanan pada tulang belakang dan berisiko memperparah kelengkungan, terutama pada pasien yang masih dalam masa pertumbuhan.
6. Mengabaikan Rekomendasi Pemakaian Brace
Pemakaian brace yang tidak rutin atau “bolong-bolong” dapat menyebabkan:
•Koreksi tidak bekerja optimal
•Tulang belakang kembali ke posisi semula
•Progresivitas skoliosis sulit dikendalikan
Brace membutuhkan konsistensi untuk memberikan hasil maksimal.
7. Tidak Menjalani Exercise Khusus Skoliosis
Mengandalkan brace saja tanpa exercise dapat membuat:
•Otot tetap lemah
•Postur sulit dipertahankan setelah brace dilepas
•Risiko kekambuhan meningkat
Exercise berperan penting dalam menguatkan otot dan meningkatkan fleksibilitas tulang belakang.
8. Menunda Kontrol dan Evaluasi Berkala
Tidak melakukan kontrol rutin, termasuk rontgen full spine sesuai anjuran, dapat menyebabkan:
•Progresivitas tidak terdeteksi sejak dini
•Penanganan terlambat
Kesimpulan
Skoliosis dapat memburuk bukan hanya karena faktor medis, tetapi juga karena kebiasaan dan aktivitas sehari-hari. Dengan memahami kegiatan yang berisiko, pasien dapat lebih bijak dalam beraktivitas dan menjaga kondisi tulang belakang.
Penanganan skoliosis terbaik adalah kombinasi antara:
✅Edukasi yang tepat
✅Pemakaian brace sesuai anjuran
✅Exercise yang terarah
✅Monitoring rutin
Jika Anda memiliki skoliosis, konsultasikan kondisi Anda sejak dini di Ortholight Medika
☎️0811-1380-3793
☎️0819-1001-1557