Skoliosis sering dianggap lebih banyak dialami oleh perempuan. Namun faktanya, pria juga bisa mengalami skoliosis, bahkan sering kali terlambat terdeteksi karena gejalanya dianggap sepele. Memahami penyebab skoliosis pada pria sangat penting agar penanganan bisa dilakukan sedini mungkin.
Penyebab Skoliosis pada Cowok
1. Skoliosis Idiopatik (Penyebab Tidak Diketahui)
Ini adalah jenis skoliosis yang paling sering terjadi, termasuk pada pria. Disebut idiopatik karena penyebab pastinya belum diketahui secara medis.
Biasanya muncul pada:
•Usia remaja (10–18 tahun)
•Masa pertumbuhan cepat (growth spurt)
•Meskipun lebih sering berkembang progresif pada perempuan, pria tetap •berisiko mengalami kelengkungan tulang belakang, terutama jika tidak terdeteksi sejak dini.
2. Faktor Genetik atau Keturunan
Riwayat keluarga dengan skoliosis meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi yang sama.
Jika:
•Orang tua atau saudara kandung memiliki skoliosis
•Ada riwayat kelainan tulang belakang dalam keluarga
•Maka kemungkinan skoliosis pada anak laki-laki juga lebih besar.
3. Kelainan Bawaan Sejak Lahir (Skoliosis Kongenital)
Pada beberapa pria, skoliosis terjadi karena kelainan pembentukan tulang belakang sejak dalam kandungan, seperti:
•Tulang belakang tidak terbentuk sempurna
•Struktur tulang yang tidak simetris
Jenis ini biasanya terdeteksi sejak usia dini, namun ada juga yang baru terlihat saat tubuh mulai tumbuh.
4. Gangguan Saraf dan Otot (Neuromuskular)
Skoliosis juga dapat disebabkan oleh kondisi yang memengaruhi otot dan sistem saraf, seperti:
•Cerebral palsy
•Cedera saraf tulang belakang
•Penyakit neuromuskular tertentu
•Ketidakseimbangan kerja otot membuat tulang belakang tertarik ke satu sisi secara terus-menerus.
5. Postur Tubuh yang Buruk (Bukan Penyebab Utama, tapi Faktor Pemberat)
Sering duduk membungkuk, membawa beban berat di satu sisi, atau postur kerja yang tidak ergonomis bukan penyebab langsung skoliosis struktural, tetapi dapat:
•Memperburuk kelengkungan yang sudah ada
•Memicu nyeri dan ketegangan otot
•Menyebabkan skoliosis fungsional
6. Cedera atau Trauma
Cedera berat pada tulang belakang akibat:
•Kecelakaan
•Olahraga ekstrem
•Benturan keras
Dapat memicu perubahan struktur tulang belakang dan berujung pada skoliosis sekunder.
Tanda Skoliosis pada Pria yang Sering Diabaikan
Banyak pria tidak menyadari skoliosis karena jarang memeriksa postur tubuh.
🔎Beberapa tanda yang perlu diwaspadai:
•Bahu tidak sejajar
•Tulang belikat tampak menonjol sebelah
•Pinggang terlihat miring
•Punggung terasa cepat lelah atau nyeri
•Ada “tonjolan” saat membungkuk
Pentingnya Deteksi dan Penanganan Dini
Skoliosis pada pria bisa berkembang lebih berat jika tidak ditangani, terutama saat masa pertumbuhan atau pada usia dewasa dengan aktivitas fisik berat.
Pemeriksaan yang dianjurkan:
✅Pemeriksaan postur
✅Rontgen full spine
✅Konsultasi dengan tenaga profesional (dokter/orthotist)
Kesimpulan
Skoliosis pada cowok bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari idiopatik, genetik, kelainan bawaan, gangguan otot dan saraf, hingga cedera. Meskipun sering dianggap ringan, skoliosis tidak boleh diabaikan karena dapat memengaruhi kualitas hidup dalam jangka panjang.
Jika Anda atau orang terdekat mulai melihat perubahan postur tubuh, segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut agar penanganan bisa dilakukan secara tepat.
Konsultasi Seputar Skoliosis 👇
☎️0811-1380-3793
☎️0819-1001-1557