Skoliosis Dewasa: Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

Skoliosis tidak hanya dialami oleh anak dan remaja. Skoliosis pada orang dewasa juga cukup sering terjadi dan dapat menimbulkan keluhan yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Bahkan, pada beberapa kasus, kelengkungan tulang belakang dapat terus bertambah jika tidak ditangani dengan tepat.

Apa Itu Skoliosis Dewasa?

Skoliosis dewasa adalah kondisi kelainan tulang belakang yang melengkung ke samping dan terjadi atau berlanjut pada usia dewasa. Kondisi ini bisa berasal dari skoliosis sejak remaja yang tidak ditangani, atau muncul baru akibat perubahan struktur tulang belakang seiring bertambahnya usia.

Skoliosis pada dewasa sering kali baru disadari ketika mulai muncul rasa tidak nyaman atau nyeri punggung.

Penyebab Skoliosis pada Dewasa

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan atau memperparah skoliosis pada orang dewasa antara lain:

1. Skoliosis Sejak Remaja yang Tidak Ditangani

Kelengkungan tulang belakang yang sudah ada sejak usia muda dapat terus bertambah perlahan hingga dewasa jika tidak mendapat penanganan yang tepat.

2. Skoliosis Degeneratif

Perubahan alami pada tulang belakang akibat penuaan, seperti penurunan kualitas bantalan sendi dan tulang, dapat memicu skoliosis degeneratif.

3. Kebiasaan Postur yang Buruk

Duduk terlalu lama dengan posisi membungkuk, sering membawa beban berat di satu sisi, atau posisi kerja yang tidak ergonomis dapat memperburuk kondisi tulang belakang.

4. Otot Inti yang Lemah

Kurangnya aktivitas fisik dan kekuatan otot penyangga tulang belakang membuat postur tubuh sulit dipertahankan dengan baik.

Gejala Skoliosis Dewasa

Gejala skoliosis pada orang dewasa dapat bervariasi, antara lain:

•Nyeri punggung atau pinggang yang berulang

•Bahu atau pinggul terlihat tidak sejajar

•Tubuh terasa cepat lelah saat berdiri atau duduk lama

•Kaku pada punggung bagian bawah

•Postur tubuh tampak miring

Gejala dapat bertambah seiring waktu jika tidak ditangani.

Apakah Skoliosis Dewasa Bisa Bertambah Parah?

Skoliosis dewasa tetap memiliki kemungkinan bertambah parah, meskipun masa pertumbuhan telah selesai. Faktor seperti kebiasaan postur yang salah, aktivitas fisik yang tidak seimbang, serta perubahan degeneratif dapat mempercepat perburukan kelengkungan tulang belakang.

Penanganan Skoliosis pada Dewasa

Penanganan skoliosis dewasa disesuaikan dengan kondisi dan keluhan pasien, meliputi:

1. Evaluasi dan Pemantauan

Pemeriksaan rutin diperlukan untuk memantau perubahan derajat kelengkungan.

2. Terapi Fisik dan Latihan Korektif

Latihan khusus bertujuan memperkuat otot penyangga tulang belakang dan memperbaiki postur tubuh.

3. Penggunaan Brace Skoliosis

Pada kondisi tertentu, brace dapat membantu menopang tulang belakang dan mengurangi keluhan nyeri.

4. Edukasi Postur dan Aktivitas Harian

Perubahan kebiasaan duduk, berdiri, dan bekerja sangat berperan dalam mencegah perburukan kondisi.

Kapan Harus Memeriksakan Skoliosis Dewasa?

Segera lakukan pemeriksaan jika:

•Nyeri punggung semakin sering atau mengganggu aktivitas

•Postur tubuh tampak semakin miring

•Mudah lelah saat beraktivitas ringan

•Pernah memiliki riwayat skoliosis sebelumnya

Penanganan lebih dini dapat membantu mengurangi risiko perburukan.

Kesimpulan

Skoliosis dewasa adalah kondisi yang perlu mendapat perhatian serius. Meskipun tidak lagi berada di masa pertumbuhan, skoliosis tetap bisa berkembang akibat kebiasaan buruk dan perubahan struktur tulang belakang.

Dengan penanganan yang tepat dan dukungan alat ortopedi yang sesuai, kualitas hidup penderita skoliosis dewasa dapat tetap terjaga.

Ortholight Medika siap membantu dengan solusi ortopedi yang aman, nyaman, dan disesuaikan dengan kebutuhan setiap pasien.

Konsultasi seputar skoliosis

☎️ 0811-1380-3793

☎️ 0819-1001-1557

Facebook
Twitter
LinkedIn
Scroll to Top