Skoliosis pada Usia Pubertas: Kenapa Bisa Muncul & Memburuk?

Perubahan biologis

  • Growth spurt

Saat pubertas, tubuh mengalami percepatan pertumbuhan yang signifikan, terutama pada tinggi badan. Tulang belakang juga ikut memanjang dengan cepat, lonjakan pertumbuhan remaja biasanya terjadi antara usia 11 dan 18 tahun, bertepatan dengan perubahan hormon yang signifikan.

  • Pengaruh hormonal

Pubertas juga ditandai dengan perubahan hormon yang memengaruhi pertumbuhan tulang dan jaringan tubuh. Hormon seperti estrogen dan hormon pertumbuhan (growth hormone) dapat memengaruhi:

  • Kepadatan tulang
  • Elastisitas jaringan
  • Stabilitas tulang belakang

Perubahan ini bisa membuat tulang belakang lebih rentan mengalami kelengkungan, terutama jika sudah ada kecenderungan sebelumnya.

Perbedaan jenis kelamin :

  1. AIS lebih sering terjadi pada wanita, terutama pada lekuk tubuh yang parah, menunjukkan faktor hormonal mungkin berperan dalam kondisi perkembangan
  2. Anak laki laki sama terpengaruh oleh kelengkungan ringan, tetapi risiko perkembangan lebih tinggi pada anak perempuan.

Faktor genetik dan lingkungan :

  1. Varian genetik dapat memicu AIS, dengan faktor epigenetik yang mempengaruhi tingkat keparahannya selama masa pubertas
  2. Pengaruh lingkungan,  seperti aktivitas fisik dan postur tubuh juga dapat memperburuk kondisi.

Kesimpulan

Skoliosis sering muncul dan memburuk saat pubertas karena adanya kombinasi faktor seperti lonjakan pertumbuhan, perubahan hormon, dan ketidakseimbangan struktur tubuh.

Karena masa pubertas adalah fase kritis, deteksi dan penanganan dini sangat penting untuk mencegah kondisi berkembang lebih parah.

 

Facebook
Twitter
LinkedIn
Scroll to Top