Berikut beberapa faktor yang sering ditemukan:
1. BMI Lebih Rendah
Beberapa penelitian menunjukkan remaja dengan skoliosis memiliki Body Mass Index (BMI) lebih rendah dibandingkan remaja tanpa skoliosis.
2. Massa Otot Lebih Sedikit
Ketidakseimbangan otot di sekitar tulang belakang dapat memengaruhi distribusi massa tubuh.
3. Faktor Genetik dan Pertumbuhan
Skoliosis idiopatik sering terjadi pada anak dengan tipe tubuh tinggi dan ramping.
4. Kasus Skoliosis Berat
Pada derajat di atas 50–60°, bisa terjadi:
• Penurunan kapasitas paru
• Tubuh membutuhkan energi lebih besar untuk bernapas
• Nafsu makan bisa menurun
Namun kondisi ini biasanya terjadi pada kasus lanjut.
Apakah Berat Badan Rendah Bisa Memperparah Skoliosis?
Menariknya, beberapa studi menunjukkan bahwa BMI rendah dapat meningkatkan risiko progresi kurva skoliosis.
Berat badan yang terlalu rendah bisa berkaitan dengan:
• Kepadatan tulang (Bone Mineral Density) lebih rendah
• Massa otot penopang tulang belakang kurang optimal
Artinya, menjaga berat badan ideal penting dalam terapi konservatif skoliosis, termasuk penggunaan brace dan latihan korektif.
Kesimpulan
Skoliosis tidak secara langsung menyebabkan susah naik berat badan, tetapi sering dikaitkan dengan tipe tubuh kurus dan BMI rendah.
Manajemen yang tepat meliputi:
✔ Nutrisi seimbang tinggi protein
✔ Latihan khusus skoliosis
✔ Monitoring pertumbuhan rutin
✔ Evaluasi penggunaan brace secara berkala