Beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak dengan skoliosis memang sering memiliki indeks massa tubuh (BMI) yang lebih rendah dibandingkan anak tanpa skoliosis.
Namun, hal ini bukan berarti skoliosis secara langsung menyebabkan anak menjadi kurus.
Ada beberapa kemungkinan yang menjelaskan fenomena ini, seperti:
1. Faktor Genetik dan Metabolisme
Beberapa penelitian menemukan bahwa anak dengan skoliosis sering memiliki postur tubuh yang lebih tinggi dan lebih ramping secara genetik.
Artinya, tubuh kurus bisa saja merupakan karakteristik alami tubuh, bukan akibat langsung dari kelengkungan tulang belakang.
2. Masa Pertumbuhan yang Cepat
Skoliosis sering muncul saat anak mengalami growth spurt atau percepatan pertumbuhan.
Pada fase ini, tinggi badan bisa meningkat dengan cepat sementara berat badan belum sempat menyesuaikan, sehingga anak terlihat lebih kurus.
3. Postur Tubuh yang Membuat Badan Terlihat Lebih Kurus
Pada beberapa kasus, perubahan postur akibat skoliosis dapat membuat tubuh terlihat:
• lebih ramping
• lebih panjang
• atau sedikit condong
Hal ini dapat memberikan kesan bahwa anak lebih kurus dari sebenarnya.
Apakah Skoliosis Bisa Menghambat Kenaikan Berat Badan?
Pada kasus skoliosis ringan hingga sedang, biasanya tidak mempengaruhi berat badan secara signifikan.
Namun pada skoliosis yang sangat berat, kelengkungan tulang belakang dapat mempengaruhi ruang pada rongga dada dan perut. Dalam kondisi tertentu, hal ini bisa mempengaruhi:
• kapasitas paru-paru
• kenyamanan saat makan
• aktivitas fisik
Tetapi perlu diingat bahwa kasus seperti ini relatif jarang terjadi dan biasanya ditemukan pada skoliosis dengan derajat kelengkungan yang besar.
Pentingnya Deteksi Dini Skoliosis
Semakin dini skoliosis terdeteksi, semakin besar peluang untuk mengontrol perkembangan kelengkungan tulang belakang.
Beberapa metode penanganan yang sering digunakan antara lain:
• Observasi rutin untuk skoliosis ringan
• Brace skoliosis untuk mencegah kelengkungan bertambah
• Terapi latihan postur
• Operasi pada kasus yang berat
Deteksi dini sangat penting karena skoliosis dapat berkembang seiring pertumbuhan anak.
Kesimpulan
Anak yang memiliki tubuh kurus tidak selalu berarti mengalami skoliosis, dan sebaliknya, skoliosis juga tidak selalu menyebabkan anak menjadi kurus.
Namun, beberapa anak dengan skoliosis memang sering terlihat memiliki postur tubuh yang lebih ramping karena faktor pertumbuhan, genetika, dan bentuk tubuh.
Yang paling penting adalah mengenali tanda-tanda skoliosis sejak dini, sehingga jika terdapat kelainan pada tulang belakang, penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.
Jika orang tua melihat adanya perubahan pada postur tubuh anak, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan untuk memastikan kondisi tulang belakangnya.
Konsultasi Seputar Skoliosis
☎️0811-1380-3793
☎️0819-1001-1557