Selama ini, skoliosis lebih sering dikenal sebagai kondisi ketika tulang belakang melengkung ke samping. Padahal, skoliosis merupakan deformitas tiga dimensi, sehingga tidak hanya mengubah posisi tulang belakang, tetapi juga dapat memengaruhi bentuk tulang rusuk dan rongga dada.
Hal ini kemudian menimbulkan pertanyaan: apakah skoliosis bisa berpengaruh ke jantung?
Jawabannya, pada skoliosis torakal yang berat, perubahan bentuk tulang belakang dan rongga dada dapat berkaitan dengan perubahan fungsi kardiopulmoner, termasuk fungsi jantung. Namun, bukan berarti setiap orang yang mengalami skoliosis pasti akan mengalami gangguan jantung.
Mengapa skoliosis bisa memengaruhi organ di dalam tubuh?
Tulang belakang dan tulang rusuk memiliki hubungan yang sangat erat dalam membentuk rongga dada. Ketika tulang belakang mengalami kelengkungan dan rotasi, terutama pada skoliosis yang berada di area dada atau skoliosis torakal, posisi tulang rusuk juga dapat ikut berubah.
Semakin berat deformitasnya, bentuk rongga dada dapat menjadi semakin tidak simetris. Kondisi ini dapat mengurangi ruang yang tersedia bagi organ di dalamnya, terutama paru-paru, dan pada kondisi tertentu juga dapat memengaruhi posisi maupun fungsi jantung.
Karena itu, dampak skoliosis tidak hanya dilihat dari seberapa terlihat punggung membengkok, tetapi juga dari derajat kelengkungan dan perubahan bentuk rongga dada yang menyertainya.
Apakah jantung bisa terdampak?
Jantung berada di dalam rongga dada. Ketika bentuk rongga dada mengalami perubahan yang cukup signifikan, posisi dan ruang yang tersedia untuk jantung juga dapat ikut berubah.
Pada skoliosis torakal yang berat, deformitas dinding dada dapat menyebabkan perubahan posisi jantung dan pada sebagian pasien dapat berkaitan dengan perubahan fungsi kardiopulmoner.
Namun, penting untuk dipahami bahwa skoliosis tidak secara otomatis menyebabkan penyakit jantung.
Pengaruh terhadap jantung lebih menjadi perhatian pada kasus dengan deformitas yang berat, khususnya ketika kelengkungan tulang belakang sudah menyebabkan perubahan signifikan pada rongga dada.
Gambaran sederhananya:

Tulang belakang melengkung dan berotasi → bentuk tulang rusuk ikut berubah → rongga dada menjadi tidak simetris → ruang dan posisi organ di dalam dada dapat ikut berubah.
Pada kondisi yang berat, perubahan tersebut dapat memberikan beban tambahan pada sistem pernapasan dan kardiovaskular.
Lebih sering berdampak pada paru-paru
Jika membahas dampak skoliosis terhadap organ di dalam rongga dada, paru-paru justru menjadi salah satu bagian yang lebih sering diperhatikan.
Perubahan bentuk rongga dada dapat membatasi ruang paru-paru untuk mengembang secara optimal. Akibatnya, pada sebagian pasien dengan skoliosis torakal yang signifikan dapat ditemukan gangguan pola pernapasan atau penurunan fungsi paru.
Keluhan yang mungkin muncul antara lain:
- Mudah lelah saat beraktivitas
- Napas terasa lebih pendek atau cepat
- Kemampuan melakukan aktivitas fisik menurun
- Lebih cepat kehabisan napas saat olahraga
Sebuah penelitian prospektif terhadap 168 pasien adolescent idiopathic scoliosis menemukan bahwa semakin besar kelengkungan torakal, semakin besar pula kecenderungan terjadinya gangguan ventilasi restriktif. Pasien dengan gangguan paru sedang hingga berat juga menunjukkan cadangan ventilasi yang lebih rendah saat berolahraga.
Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan bentuk tulang belakang dan rongga dada pada skoliosis dapat memiliki hubungan dengan fungsi pernapasan.
Lalu, bagaimana dengan fungsi jantung?
Penelitian juga mulai menunjukkan adanya hubungan antara tingkat keparahan skoliosis torakal dengan beberapa parameter fungsi jantung.
Dalam penelitian terhadap 90 anak dengan skoliosis idiopatik, peneliti menemukan adanya hubungan antara derajat skoliosis torakal dengan beberapa parameter fungsi paru dan fungsi jantung. Pada kelompok dengan skoliosis torakal, semakin besar Cobb angle, fungsi paru seperti FVC dan FEV1 cenderung semakin rendah. Beberapa parameter ekokardiografi juga menunjukkan hubungan dengan derajat kelengkungan. Peneliti menyimpulkan bahwa fungsi paru dan jantung berkaitan dengan derajat skoliosis pada skoliosis yang dominan di area torakal.
Penelitian yang lebih baru juga memberikan gambaran mengenai kasus skoliosis yang sangat berat. Studi tahun 2025 yang melibatkan 294 pasien dengan skoliosis idiopatik membandingkan pasien dengan Cobb angle ≥90° dan pasien dengan kelengkungan <90°. Pada kelompok dengan skoliosis berat, ditemukan beberapa perubahan pada ukuran dan fungsi jantung yang diperiksa menggunakan ekokardiografi. Peneliti juga menemukan bahwa semakin besar Cobb angle, beberapa parameter jantung, termasuk cardiac index, cenderung semakin rendah.
Artinya, pada skoliosis yang sangat berat, perubahan bentuk tulang belakang dan rongga dada memang dapat berkaitan dengan perubahan pada sistem kardiovaskular.
Tetapi penelitian tersebut tidak berarti bahwa semua penderita skoliosis akan mengalami penyakit jantung. Dampaknya sangat bergantung pada tingkat keparahan dan karakteristik deformitas masing-masing pasien.
Kesimpulan
Jadi, apakah skoliosis bisa berpengaruh ke jantung?
Bisa, terutama pada skoliosis torakal yang berat. Perubahan bentuk tulang belakang dan rongga dada dapat memengaruhi posisi organ di dalam dada dan pada kondisi tertentu berkaitan dengan perubahan fungsi kardiopulmoner, termasuk beberapa parameter fungsi jantung.
Namun, bukan berarti setiap orang dengan skoliosis memiliki gangguan jantung. Dampaknya sangat dipengaruhi oleh derajat kelengkungan, lokasi skoliosis, tingkat deformitas rongga dada, serta kondisi masing-masing individu.
Karena itu, jangan hanya melihat apakah punggung terlihat bengkok. Pemeriksaan sejak dini penting untuk mengetahui kondisi tulang belakang dan memantau perkembangannya.
Jika kamu atau anak memiliki tanda-tanda skoliosis, yuk lakukan pemeriksaan dan konsultasikan dengan tenaga profesional agar kondisi dapat diketahui dan ditangani sesuai kebutuhan.
Referensi
- Huh, S., Eun, L. Y., Kim, N. K., Jung, J. W., Choi, J. Y., & Kim, H. S. (2015). Cardiopulmonary function and scoliosis severity in idiopathic scoliosis children. Korean Journal of Pediatrics, 58(6), 218–223. https://doi.org/10.3345/kjp.2015.58.6.218
- Lin, Y., Feng, E., Shen, J., et al. (2022). Influences of thoracic spinal deformity on exercise performance and pulmonary function: A prospective study of 168 patients with adolescent idiopathic scoliosis. Spine, 47(3), E107–E115. https://doi.org/10.1097/BRS.0000000000004161
- Xiao, J., Li, T., Wang, Y., Zhao, Z., Xie, J., & Zhou, J. (2025). Effects of severe scoliosis on cardiac structure and function in resting patients: A retrospective study. Journal of Orthopaedic Surgery and Research, 20, 681. https://doi.org/10.1186/s13018-025-06113-3
- Impact of idiopathic scoliosis on the cardiopulmonary capacity of adolescents. (2024). PubMed-indexed study.