Banyak pasien yang baru mulai menggunakan brace skoliosis merasa khawatir untuk kembali berolahraga. Tidak sedikit yang bertanya, “Kalau pakai brace, apa masih boleh ikut olahraga di sekolah?” atau “Apakah olahraga bisa membuat skoliosis semakin parah?”
Kabar baiknya, penderita skoliosis umumnya tetap dapat berolahraga, bahkan aktivitas fisik yang sesuai justru dapat membantu menjaga kebugaran, meningkatkan kekuatan otot, dan mendukung program penanganan skoliosis. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, terutama bagi pasien yang sedang menggunakan brace.
Mengapa Olahraga Tetap Penting?
Menggunakan brace bukan berarti harus mengurangi seluruh aktivitas fisik. Sebaliknya, olahraga tetap memiliki banyak manfaat, di antaranya:
- Membantu menjaga kekuatan otot punggung dan otot inti (core).
- Meningkatkan fleksibilitas dan keseimbangan tubuh.
- Menjaga kebugaran serta daya tahan tubuh.
- Membantu mengurangi rasa kaku akibat penggunaan brace dalam waktu yang lama.
- Mendukung kualitas hidup dan kepercayaan diri pasien.
Karena itu, banyak pasien tetap dapat menjalani aktivitas olahraga dengan penyesuaian sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Brace dan Latihan Memiliki Peran yang Berbeda
Brace berfungsi membantu memberikan koreksi pada tulang belakang sesuai dengan pola kelengkungan pasien. Sementara itu, latihan seperti Schroth Exercise berperan melatih postur, memperkuat otot, meningkatkan keseimbangan, serta membantu pasien mempertahankan koreksi saat melakukan aktivitas sehari-hari.
Keduanya saling melengkapi dan sering menjadi bagian dari program penanganan skoliosis yang komprehensif.
Kesimpulan
Menggunakan brace skoliosis bukan berarti harus berhenti berolahraga. Sebagian besar pasien tetap dapat melakukan aktivitas fisik dengan penyesuaian sesuai kondisi masing-masing. Yang terpenting adalah memilih jenis olahraga yang tepat, mengikuti anjuran penggunaan brace, serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum memulai aktivitas tertentu.
Dengan kombinasi penggunaan brace, latihan yang sesuai, dan kontrol rutin, penanganan skoliosis dapat berjalan lebih optimal.