Mengapa Cara Berjalan Anak Perlu Diperhatikan Sejak Dini?

Melihat anak mulai belajar berdiri hingga berjalan merupakan salah satu momen yang membahagiakan bagi orang tua. Namun, selain merasa bangga, penting juga untuk memperhatikan bagaimana pola berjalan anak berkembang seiring pertumbuhannya.

Tidak semua cara berjalan yang terlihat “unik” merupakan hal yang normal. Beberapa kondisi memang dapat membaik seiring bertambahnya usia, tetapi ada juga yang menjadi tanda adanya gangguan pada sistem otot, sendi, atau saraf yang sebaiknya mendapatkan evaluasi sejak dini.

Apa Itu Pola Berjalan (Gait)?

Pola berjalan atau gait adalah cara tubuh bergerak saat seseorang berjalan. Pola berjalan dipengaruhi oleh koordinasi otot, tulang, sendi, keseimbangan, hingga sistem saraf.

Pada anak, perkembangan pola berjalan berlangsung secara bertahap. Umumnya, anak mulai berjalan di usia 12–18 bulan, kemudian kemampuan berjalan akan semakin stabil seiring bertambahnya usia.

Meski demikian, apabila pola berjalan tampak tidak wajar atau tidak mengalami perkembangan, orang tua perlu lebih waspada.

Tanda-Tanda Cara Berjalan Anak Perlu Dievaluasi

Berikut beberapa tanda yang sebaiknya tidak diabaikan:

1. Anak Sering Berjalan Jinjit

Sesekali berjalan jinjit masih dapat ditemukan pada anak usia dini. Namun, jika kebiasaan ini terus berlangsung setelah usia sekitar 2–3 tahun atau terjadi hampir setiap saat, sebaiknya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

2. Lutut Terlihat Masuk ke Dalam atau Terlalu Keluar Saat Berjalan

Posisi lutut yang tampak terlalu mengarah ke dalam (knock knee) atau terlalu keluar (bow leg) dapat memengaruhi keseimbangan dan distribusi beban saat berjalan. Pada beberapa kasus, kondisi ini memerlukan pemantauan atau penanganan sesuai penyebabnya.

3. Kaki Terlihat Mengarah ke Dalam atau Keluar

Sebagian anak berjalan dengan ujung kaki mengarah ke dalam (intoeing) atau keluar (out-toeing). Kondisi ini dapat disebabkan oleh posisi tulang, sendi panggul, atau bentuk kaki. Jika menetap atau mengganggu aktivitas, evaluasi oleh tenaga profesional sangat disarankan.

4. Anak Mudah Terjatuh atau Sulit Menjaga Keseimbangan

Anak yang sering tersandung, mudah kehilangan keseimbangan, atau tampak kesulitan saat berlari dan melompat bisa saja mengalami gangguan pada kontrol gerak maupun kekuatan otot.

5. Cara Berjalan Terlihat Tidak Simetris

Misalnya anak lebih banyak bertumpu pada satu kaki, menyeret salah satu kaki, atau langkah kanan dan kiri terlihat berbeda. Kondisi ini memerlukan pemeriksaan lebih lanjut agar penyebabnya dapat diketahui.

Bagaimana Penanganannya?

Penanganan akan disesuaikan dengan hasil evaluasi dan penyebab yang mendasarinya. Tidak semua anak memerlukan alat bantu atau terapi.

Beberapa pilihan penanganan dapat meliputi:

  • Edukasi dan observasi berkala.
  • Program latihan atau fisioterapi.
  • Penggunaan orthosis seperti AFO (Ankle Foot Orthosis) atau KAFO (Knee Ankle Foot Orthosis) apabila memang direkomendasikan oleh tenaga profesional untuk membantu menjaga posisi kaki, meningkatkan stabilitas, dan mendukung pola berjalan.

Setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda, sehingga penggunaan orthosis harus melalui proses evaluasi terlebih dahulu.

Kesimpulan

Cara berjalan merupakan salah satu indikator penting dalam tumbuh kembang anak. Memperhatikan pola berjalan sejak dini bukan berarti mencari kesalahan, tetapi menjadi langkah awal untuk memastikan anak dapat bergerak, bermain, dan beraktivitas dengan nyaman sesuai tahap perkembangannya.

Jika Ayah dan Bunda melihat adanya perubahan atau merasa ragu dengan cara berjalan si kecil, jangan menunggu hingga keluhan semakin berat. Pemeriksaan lebih awal dapat membantu menentukan penanganan yang paling sesuai dengan kondisi anak.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Scroll to Top