Skoliosis Bukan Sekadar Tulang Bengkok: Tulang Belakang Juga Mengalami Rotasi

Apa Itu Skoliosis?

Banyak orang mengira skoliosis hanya membuat tulang belakang terlihat “bengkok” ke samping. Padahal, kenyataannya skoliosis adalah kondisi tiga dimensi. Artinya, tulang belakang tidak hanya melengkung ke kanan atau kiri, tetapi juga mengalami rotasi atau perputaran.

Karena adanya rotasi inilah, bentuk tubuh pasien skoliosis sering terlihat tidak simetris, seperti:

  • Bahu kanan dan kiri berbeda tinggi
  • Tulang belikat tampak lebih menonjol
  • Pinggang terlihat tidak seimbang
  • Salah satu sisi punggung tampak lebih menonjol saat membungkuk

Jadi, skoliosis bukan hanya soal “bengkok”, tetapi juga tentang perubahan bentuk dan posisi tulang belakang secara keseluruhan.

Kenapa Tulang Belakang Bisa Berputar?

Pada skoliosis, ruas-ruas tulang belakang ikut berputar mengikuti arah kurva. Rotasi ini menyebabkan tulang rusuk ikut tertarik dan berubah posisi.

Akibatnya, pada beberapa pasien muncul kondisi yang disebut rib hump atau tonjolan pada punggung, terutama saat melakukan tes membungkuk ke depan (Adam’s Forward Bend Test).

Semakin besar derajat skoliosis, biasanya rotasi tulang belakang juga akan semakin terlihat.

Apakah Brace Skoliosis Bisa Membantu Rotasi?

Ya. Brace skoliosis, terutama rigid brace dengan konsep three-point pressure, dirancang tidak hanya untuk mengontrol lengkungan tulang belakang tetapi juga membantu mengurangi progresivitas rotasi.

Brace bekerja dengan memberikan tekanan dan ruang tertentu pada tubuh agar posisi tulang belakang dapat lebih terkontrol selama masa pertumbuhan.

Kesimpulan

Skoliosis bukan hanya kondisi tulang belakang yang bengkok ke samping. Pada skoliosis, tulang belakang juga mengalami rotasi atau perputaran yang menyebabkan perubahan bentuk tubuh menjadi tidak simetris.

Karena itu, pemeriksaan dan penanganan skoliosis perlu dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya melihat “bengkoknya” saja, tetapi juga memahami bagaimana tulang belakang bergerak dan berputar.

Semakin dini skoliosis terdeteksi, semakin besar peluang untuk membantu mengontrol progresivitas kurva dan menjaga kualitas hidup pasien.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Scroll to Top