Sol Sepatu Bagian Dalam Cepat Aus? Coba Perhatikan Cara Kamu Berjalan

Pernah nggak sih, baru beberapa bulan pakai sepatu tapi bagian sol sebelah dalam sudah lebih cepat menipis? Sementara bagian luarnya masih terlihat cukup bagus.

Kalau kamu mengalami hal ini, coba jangan langsung menyalahkan kualitas sepatunya.

Pola aus pada sol sepatu memang bisa dipengaruhi oleh banyak hal, termasuk jenis sepatu, aktivitas, permukaan tempat berjalan, dan kebiasaan saat berjalan. Salah satu hal yang juga perlu diperhatikan adalah bagaimana kaki menopang tubuh dan bergerak setiap kali melangkah.

Pada sebagian orang, telapak kaki dapat bergerak lebih ke arah dalam ketika menerima beban. Gerakan ini disebut pronasi. Pronasi sebenarnya merupakan bagian normal dari pola berjalan. Masalahnya bukan sekadar ada atau tidak ada pronasi, tetapi bagaimana gerakan tersebut terjadi dan apakah menimbulkan keluhan atau memengaruhi fungsi kaki.

Kenapa Bagian Dalam Sol Sepatu Bisa Lebih Cepat Aus?

Saat berjalan, kaki tidak hanya berfungsi sebagai “tumpuan”. Kaki juga terus bergerak untuk menerima beban, menyesuaikan diri dengan permukaan, lalu membantu tubuh bergerak ke langkah berikutnya.

Pada kondisi tertentu, telapak kaki dapat bergerak atau mengalami rolling ke arah dalam lebih besar. Salah satu istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan kondisi tersebut adalah overpronation.

Ketika pola gerakan ini terjadi berulang kali, distribusi beban pada kaki dapat berbeda dibandingkan orang dengan pola gerak lainnya.

Itulah sebabnya pola aus pada sepatu terkadang bisa menjadi salah satu hal yang menarik untuk diperhatikan.

Tapi perlu diingat, sol sepatu yang aus di bagian dalam saja belum cukup untuk menyimpulkan seseorang mengalami overpronation.

Jadi, jangan buru-buru mendiagnosis diri sendiri hanya dari sepatu, ya.

Sebenarnya, Apa Itu Pronasi?

Pronasi adalah salah satu gerakan alami kaki ketika menerima beban.

Saat kaki menyentuh permukaan ketika berjalan, kaki akan sedikit bergerak dan menyesuaikan diri agar tubuh tetap stabil. Gerakan ini membantu kaki menyerap dan mendistribusikan beban.

Dalam jumlah yang sesuai, pronasi merupakan bagian normal dari gerakan kaki.

Yang menjadi perhatian adalah ketika gerakannya terlalu besar, berlangsung terus-menerus, atau berkaitan dengan keluhan tertentu.

Penelitian mengenai pola berjalan menunjukkan bahwa posisi kaki dapat berhubungan dengan gerakan pada bagian tungkai lainnya. Karena itu, cara kaki bergerak tidak selalu hanya berdampak pada kaki itu sendiri.

Coba Lihat Sol Sepatumu

Sekarang coba ambil sepatu yang paling sering kamu gunakan sehari-hari.

Perhatikan bagian bawah solnya.

Apakah:

  • bagian dalam lebih cepat menipis?
  • bagian tumit terlihat lebih miring?
  • pola aus antara kaki kanan dan kiri berbeda?
  • salah satu sepatu terasa lebih cepat “kempes”?
  • bentuk sol berubah setelah sering digunakan?

Kalau iya, jangan langsung panik.

Pola aus tersebut bisa menjadi salah satu petunjuk, tetapi belum bisa menjelaskan penyebabnya secara pasti.

Cara berjalan, bentuk kaki, jenis aktivitas, desain sepatu, hingga berapa lama sepatu digunakan semuanya bisa ikut berpengaruh.

Lalu, Apa Hubungannya dengan Cara Berjalan?

Setiap kali kita berjalan, tubuh melakukan serangkaian gerakan yang cukup kompleks.

Kaki menerima beban → pergelangan kaki bergerak → tungkai ikut menyesuaikan → lutut dan panggul ikut bergerak → tubuh menjaga keseimbangan → kemudian kaki mendorong tubuh untuk melangkah lagi.

Karena itu, perubahan pada gerakan kaki dapat berkaitan dengan perubahan gerakan pada bagian tungkai lainnya.

Beberapa penelitian biomekanik menunjukkan bahwa pronasi kaki dapat berkaitan dengan rotasi pada tungkai. Namun, hubungan ini tidak berarti bahwa setiap orang dengan pronasi akan mengalami masalah pada lutut atau pinggang.

Tubuh manusia punya kemampuan adaptasi yang berbeda-beda.

Apakah Kaki yang Cenderung Masuk ke Dalam Selalu Bermasalah?

Nggak selalu.

Ini bagian yang penting.

Kaki setiap orang memiliki bentuk dan cara bergerak yang berbeda. Ada orang yang memiliki pronasi lebih terlihat tetapi tidak merasakan keluhan apa pun. Ada juga yang mengalami keluhan meskipun perubahan posisi kakinya tidak terlalu terlihat.

Tanda-Tanda yang Bisa Kamu Perhatikan

Selain pola aus sepatu, ada beberapa hal lain yang bisa menjadi alasan untuk memperhatikan pola berjalan lebih lanjut.

Misalnya:

1. Kaki cepat lelah

Baru berjalan atau berdiri beberapa waktu, tetapi kaki sudah terasa pegal atau berat.

2. Salah satu kaki terasa berbeda

Misalnya kaki kanan terasa lebih cepat lelah dibandingkan kaki kiri atau sebaliknya.

3. Nyeri setelah berjalan

Keluhan bisa muncul pada telapak kaki, tumit, pergelangan kaki, atau bagian tungkai setelah aktivitas.

4. Sol sepatu kanan dan kiri aus dengan pola berbeda

Perbedaan ini bisa menjadi salah satu hal yang menarik untuk diperiksa lebih lanjut, terutama jika disertai keluhan.

5. Merasa cara berjalan berubah

Misalnya langkah terasa tidak seimbang, salah satu kaki terasa lebih berat, atau posisi kaki terlihat berbeda ketika berjalan.

Sekali lagi, tanda-tanda tersebut bukan berarti otomatis menunjukkan suatu kondisi tertentu. Pemeriksaan tetap diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

Jadi, Coba Perhatikan Sepatumu Hari Ini

Lain kali sebelum membuang sepatu lama, coba lihat bagian bawah solnya.

Bagian mana yang paling cepat aus?

Bisa jadi itu hanya akibat pemakaian sehari-hari. Tapi kalau pola ausnya terus terjadi, terutama pada satu sisi dan disertai keluhan, mungkin ada hal lain pada cara kaki menopang tubuh yang perlu diperhatikan.

Karena kondisi kaki setiap orang berbeda, pemeriksaan secara langsung dapat membantu mengetahui kebutuhan yang lebih sesuai.

Jika kamu merasa pola berjalanmu kurang seimbang, kaki mudah lelah, atau ingin mengetahui apakah kaki membutuhkan dukungan tambahan, kamu bisa melakukan evaluasi bersama tim Ortholight Medika.

☎️0811-1380-3793
☎️0819-1001-1557
#custominsole #overpronasi #flatfeet #kakidatar #ortholightmedika

 

Source : 

  1. Mousavi, S. H., Khorramroo, F., & Jafarnezhadgero, A. (2024). Gait retraining targeting foot pronation: A systematic review and meta-analysis. PLOS ONE, 19(3), e0298646.
  2. Buldt, A. K., et al. (2013). The relationship between foot posture and lower limb kinematics during walking: A systematic review. Gait & Posture, 38(3), 363–372.
  3. Chuter, V. H., & Smith, R. (2011). The effect of sports shoe design on lower limb function in a neutral foot type. Journal of Foot and Ankle Research.
  4. Effect of medial arch-heel support in inserts on reducing ankle eversion: A biomechanics study. Journal of Foot and Ankle Research.
  5. Short-Term Effects of Wearing Commercially and Non-commercially Available Motion Control Footwear Versus Standard Shoes on Running Biomechanics in Adults: A Systematic Review with Meta-analysis. Sports Medicine / PMC, 2025.
Facebook
Twitter
LinkedIn
Scroll to Top