Setelah Amputasi, Kenapa Bentuk Tungkai Sisa Bisa Berubah?

Setelah menjalani amputasi, perubahan pada bentuk tungkai sisa atau residual limb merupakan hal yang cukup umum. Bentuknya tidak selalu langsung menetap setelah luka operasi sembuh. Seiring waktu, ukuran, volume, dan bentuk tungkai sisa dapat mengalami perubahan.

Bagi pengguna prostesis, perubahan ini cukup penting untuk diperhatikan karena tungkai sisa merupakan bagian tubuh yang berhubungan langsung dengan socket prostesis. Ketika bentuk atau volumenya berubah, rasa nyaman dan kecocokan prostesis juga bisa ikut berubah.

Lalu, sebenarnya apa yang menyebabkan hal tersebut?

1. Bengkak setelah operasi perlahan berkurang

Pada masa awal setelah amputasi, jaringan di sekitar tungkai sisa masih mengalami proses penyembuhan. Kondisi ini dapat menyebabkan pembengkakan atau edema.

Ketika proses penyembuhan berjalan dan pembengkakan mulai berkurang, ukuran tungkai sisa juga dapat mengecil. Karena itu, prostesis yang sebelumnya terasa pas bisa terasa lebih longgar setelah beberapa waktu.

Perubahan ini terutama sering terlihat pada fase awal penggunaan prostesis.

2. Otot mengalami perubahan

Setelah amputasi, sebagian otot dan jaringan yang sebelumnya digunakan untuk menggerakkan anggota gerak tidak lagi bekerja dengan cara yang sama.

Aktivitas fisik yang berubah, berkurangnya penggunaan otot, serta proses adaptasi tubuh dapat menyebabkan massa otot berkurang. Akibatnya, bentuk tungkai sisa dapat terlihat lebih kecil atau berubah dibandingkan sebelumnya.

Namun, bukan berarti semua perubahan bentuk disebabkan oleh penyusutan otot. Ada beberapa faktor lain yang juga berperan.

3. Distribusi cairan di dalam jaringan berubah

Volume tungkai sisa tidak hanya dipengaruhi oleh otot. Cairan di dalam jaringan juga dapat memengaruhi ukurannya.

Aktivitas, posisi tubuh, penggunaan prostesis, dan waktu penggunaan dapat menyebabkan volume tungkai sisa berubah sepanjang hari.

Misalnya, tungkai sisa dapat terasa lebih penuh setelah duduk atau berdiri cukup lama dan terasa berbeda setelah beristirahat atau menggunakan compression garment.

Inilah salah satu alasan mengapa socket prostesis kadang terasa berbeda pada waktu tertentu.

4. Jaringan lunak mengalami proses adaptasi

Setelah amputasi, jaringan lunak di sekitar tulang membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan kondisi baru.

Seiring berjalannya waktu, jaringan tersebut dapat mengalami perubahan bentuk dan menjadi lebih stabil. Proses ini tidak berlangsung dalam waktu singkat sehingga bentuk tungkai sisa pada beberapa bulan pertama dapat berbeda dibandingkan kondisi setelah tubuh mulai beradaptasi.

5. Berat badan juga bisa memengaruhi

Perubahan berat badan dapat ikut memengaruhi ukuran tungkai sisa.

Kenaikan atau penurunan berat badan dapat mengubah distribusi jaringan lunak dan membuat volume tungkai sisa berubah. Pada pengguna prostesis, perubahan kecil sekalipun dapat terasa ketika kaki prostetik digunakan.

Karena itu, perubahan berat badan sebaiknya juga diperhatikan ketika mulai muncul perubahan pada kenyamanan socket.

Kenapa perubahan bentuk tungkai sisa penting bagi pengguna prostesis?

Socket prostesis dibuat agar dapat mengikuti bentuk dan kondisi tungkai sisa. Ketika volume tungkai sisa berubah, hubungan antara tungkai dan socket juga dapat berubah.

Socket yang sebelumnya nyaman mungkin kemudian terasa:

  • terlalu longgar
  • terlalu sempit
  • mudah bergeser
  • terasa menekan pada bagian tertentu
  • menyebabkan kemerahan atau iritasi pada kulit
  • membuat pengguna merasa kurang stabil saat berjalan

Bukan berarti prostesisnya langsung “rusak”. Bisa saja kondisi tungkai sisa yang berubah membuat socket membutuhkan penyesuaian.

Jadi, perubahan bentuk tungkai sisa itu normal?

Perubahan bentuk dan volume tungkai sisa setelah amputasi memang dapat terjadi dan merupakan bagian dari proses adaptasi tubuh. Namun, setiap orang dapat mengalami perubahan yang berbeda.

Yang penting bukan hanya memperhatikan bentuknya, tetapi juga bagaimana kondisi tersebut memengaruhi kenyamanan, kesehatan kulit, dan fungsi saat menggunakan prostesis.

Jika prostesis mulai terasa tidak nyaman atau terdapat perubahan pada tungkai sisa, sebaiknya lakukan evaluasi bersama orthotist-prosthetist agar penyebabnya dapat diketahui dan prostesis dapat disesuaikan dengan kondisi terkini.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Scroll to Top