Menggunakan kaki palsu bukan berarti setelah prostesis selesai dibuat seseorang langsung bisa berjalan seperti biasa.
Tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan alat baru.
Cara berdiri, memindahkan berat badan, menjaga keseimbangan, hingga mengambil langkah menggunakan prostesis membutuhkan latihan. Proses inilah yang dikenal sebagai gait training atau latihan berjalan.
Apa itu gait training?
Gait training adalah latihan yang bertujuan membantu seseorang mendapatkan kembali pola berjalan yang lebih aman dan efisien.
Pada pengguna kaki palsu, latihan ini membantu tubuh beradaptasi dengan prostesis sekaligus melatih kemampuan mengontrol gerakan saat berjalan.
Latihan tidak hanya dilakukan dengan berjalan maju dan mundur.
Pasien juga dapat belajar:
- Berdiri dengan keseimbangan yang baik
- Memindahkan berat badan
- Mengontrol posisi prostesis
- Mengambil langkah
- Berjalan dengan pola yang lebih simetris
- Berbelok
- Naik dan turun tangga
- Berjalan pada permukaan yang berbeda
Kenapa tidak cukup hanya memakai kaki palsu?
Karena prostesis merupakan alat bantu, sementara tubuh tetap perlu belajar menggunakannya.
Bayangkan seseorang yang sebelumnya terbiasa berjalan menggunakan dua kaki kemudian harus belajar memahami kembali bagaimana berat badan berpindah saat salah satu anggota geraknya digantikan oleh prostesis.
Kalau tidak dilatih, seseorang bisa mengembangkan pola kompensasi tertentu, misalnya terlalu banyak membebankan tubuh ke sisi yang sehat atau berjalan dengan pola yang kurang efisien.
Tahapan latihan bisa berbeda pada setiap orang
Tidak semua pengguna kaki palsu memulai dari tahap yang sama.
Latihan dapat disesuaikan dengan:
- Level amputasi
- Kondisi tungkai sisa
- Kekuatan otot
- Keseimbangan
- Jenis prostesis
- Kemampuan mengontrol prostesis
- Aktivitas sehari-hari pengguna
Karena itu, program gait training sebaiknya dibuat secara individual.
Apa saja yang dilatih?
Pada tahap awal, latihan biasanya berfokus pada kemampuan dasar seperti berdiri dan menjaga keseimbangan.
Setelah kemampuan tersebut mulai terbentuk, latihan dapat dilanjutkan dengan perpindahan berat badan dan pola langkah.
Seiring perkembangan kemampuan, latihan bisa dibuat lebih kompleks, misalnya berjalan dengan perubahan arah, melewati permukaan yang berbeda, atau melakukan aktivitas yang lebih mendekati kebutuhan sehari-hari.
Kapan gait training dilakukan?
Gait training merupakan bagian dari proses rehabilitasi dan dapat dilakukan setelah kondisi pasien memungkinkan untuk mulai menggunakan prostesis.
Prosesnya tidak selalu singkat. Beberapa orang dapat beradaptasi lebih cepat, sementara yang lain membutuhkan waktu lebih lama.
Yang terpenting adalah latihan dilakukan secara bertahap dan sesuai kemampuan.
Kesimpulan
Kaki palsu bukan hanya tentang membuat dan memasang alat.
Setelah prostesis selesai dibuat, masih ada proses penting untuk memastikan pengguna mampu menggunakannya dengan baik.
Gait training membantu pengguna belajar kembali mengontrol gerakan, menjaga keseimbangan, dan membangun kepercayaan diri saat berjalan.
Dengan pendampingan yang tepat, proses adaptasi dapat dilakukan secara bertahap sesuai kondisi masing-masing pengguna.