Pernah merasa kaki pegal setelah berdiri cukup lama, padahal hari itu sebenarnya nggak banyak jalan?
Baru beberapa jam berdiri, telapak kaki sudah terasa penuh, bagian dalam kaki seperti tertarik, atau kaki terasa berat dan ingin segera duduk.
Kalau sering mengalami hal seperti ini, mungkin kamu pernah berpikir, “Kayaknya aku memang gampang capek deh.”
Padahal, bisa jadi bukan cuma soal capek.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana bentuk dan cara kaki menopang tubuh, termasuk pada orang yang memiliki flat feet atau kaki datar.
Kenapa Berdiri Bisa Bikin Kaki Pegal?
Kaki merupakan salah satu bagian utama yang menopang berat tubuh saat kita berdiri. Sederhananya, kaki adalah salah satu “pondasi” tubuh.
Ketika berdiri, kaki terus bekerja untuk menjaga tubuh tetap stabil sekaligus menerima beban dari berat badan.
Pada kaki yang memiliki lengkung atau arch yang berfungsi dengan baik, struktur kaki membantu tubuh beradaptasi dengan permukaan dan mendistribusikan beban saat berdiri maupun bergerak.
Sementara pada flat feet, lengkung bagian dalam kaki terlihat lebih rendah ketika kaki menopang berat badan.
Flat feet sendiri sebenarnya cukup umum dan tidak selalu menyebabkan masalah. Banyak orang dengan kaki datar tetap dapat beraktivitas tanpa keluhan. Namun, pada sebagian orang, flat feet dapat disertai rasa lelah, pegal, atau nyeri pada kaki dan tungkai bawah.
Flat Feet Bisa Berkaitan dengan Overpronasi
Nah, ini yang sering menjadi bagian penting dari pembahasannya.
Pada sebagian orang dengan flat feet, terutama ketika berdiri atau berjalan, kaki dapat cenderung bergerak ke arah dalam atau mengalami pronasi yang berlebihan (overpronasi).
Ketika kaki terlalu banyak bergulir ke arah dalam, distribusi beban dan posisi beberapa bagian kaki dapat ikut berubah.
Akibatnya, struktur yang menopang lengkung kaki dapat bekerja lebih keras untuk membantu mempertahankan posisi dan kestabilan tubuh.
Tapi perlu diingat, tidak semua orang dengan flat feet pasti mengalami overpronasi, dan overpronasi sendiri tidak otomatis berarti suatu kelainan.
Karena itu, kondisi kaki sebaiknya dilihat secara keseluruhan, bukan hanya dari tinggi atau rendahnya arch.
Kenapa Kaki Flat Bisa Lebih Cepat Pegal Saat Berdiri?
Coba bayangkan kaki sebagai pondasi tubuh.
Ketika posisi dan distribusi beban pada kaki berubah, tubuh tetap harus mencari cara untuk mempertahankan keseimbangan.
Pada flat feet yang menimbulkan keluhan, perubahan posisi kaki dapat membuat beberapa struktur kaki bekerja lebih keras saat menopang berat badan. Ketika dilakukan dalam waktu lama, hal tersebut dapat berkontribusi terhadap rasa pegal atau tidak nyaman.
Itulah kenapa sebagian orang dengan flat feet bisa merasa:
- Kaki cepat pegal ketika berdiri
- Telapak kaki terasa berat
- Bagian dalam kaki terasa tidak nyaman
- Tumit terasa nyeri
- Kaki cepat lelah saat berjalan atau beraktivitas
Namun, kaki pegal tidak selalu berarti seseorang mengalami flat feet. Durasi berdiri, jenis aktivitas, alas kaki, kekuatan otot, berat badan, dan berbagai faktor lainnya juga dapat memengaruhi munculnya keluhan.
Lalu, Apakah Flat Feet Perlu Menggunakan Custom Insole?
Tidak semua flat feet membutuhkan custom insole.
Kalau flat feet tidak menimbulkan nyeri atau gangguan aktivitas, biasanya tidak selalu membutuhkan penanganan khusus. NHS – Flat feet
Namun, apabila flat feet disertai keluhan seperti kaki cepat lelah, nyeri, atau gangguan saat berjalan, salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah foot orthosis atau insole.
Custom insole dibuat dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan kaki masing-masing. Tujuannya bukan sekadar menambahkan bantalan di dalam sepatu, tetapi memberikan dukungan pada kaki dan membantu mengatur distribusi beban serta posisi kaki selama beraktivitas.
Pada kondisi tertentu, orthosis dapat membantu mengontrol posisi kaki ketika menapak dan membantu mengurangi keluhan.
Bagaimana dengan Flat Feet pada Anak?
Nah, kalau membahas flat feet pada anak, ada satu hal yang perlu diketahui orang tua:
Kaki anak memang belum sama seperti kaki orang dewasa.
Pada masa pertumbuhan, lengkung kaki atau arch masih mengalami perkembangan. Anak-anak memang secara alami lebih sering terlihat memiliki kaki yang datar dibandingkan orang dewasa.
Penelitian menunjukkan bahwa perkembangan lengkung kaki berlangsung secara bertahap sepanjang dekade pertama kehidupan. Seiring bertambahnya usia, bentuk kaki anak biasanya semakin berkembang dan arkus medial menjadi lebih terlihat.
Karena itu, ketika anak usia 3–7 tahun terlihat memiliki kaki yang flat, belum tentu berarti ada masalah yang menetap.
Yang juga penting adalah melihat apakah flat feet tersebut fleksibel atau tidak.
Pada flexible flat foot, lengkung kaki dapat terlihat ketika kaki tidak menumpu atau pada posisi tertentu, tetapi menjadi lebih datar ketika anak berdiri dan menopang berat badan. Kondisi ini cukup umum pada anak dan sering kali merupakan bagian dari perkembangan normal kaki.
Jadi, bukan hanya melihat “kakinya flat atau tidak”, tetapi juga melihat bagaimana kaki tersebut berfungsi.
Jadi, Kapan Flat Feet Perlu Diperiksa?
Flat feet pada anak maupun dewasa tidak selalu perlu dikhawatirkan.
Tetapi, sebaiknya mulai diperhatikan jika muncul keluhan seperti:
- Kaki sering pegal atau terasa berat
- Nyeri pada telapak atau tumit
- Kaki cepat lelah ketika berdiri atau berjalan
- Nyeri di bagian dalam kaki atau pergelangan kaki
- Anak sering mengeluh kakinya sakit setelah bermain
- Anak terlihat mudah lelah saat aktivitas fisik
- Pola berjalan terlihat berbeda
- Salah satu kaki terlihat berbeda dengan sisi lainnya
- Keluhan semakin sering atau mengganggu aktivitas
Dalam kondisi seperti ini, pemeriksaan dapat membantu mengetahui apakah keluhan berkaitan dengan flat feet, overpronasi, pola tumpuan kaki, atau faktor lainnya.
Konsultasi Seputar Flat Feet
☎️0811-1380-3793
☎️ 0819-1001-1557
#kakidatar #flatfeet #custominsole #ortholight #terapiflatfeet #overpronasi #jalanmiringpadaanak #anakmudahjatuh