Risiko Postur Membungkuk Akibat Kebiasaan Membawa Tas Berat

Tas sekolah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas anak dan remaja setiap hari. Namun, tanpa disadari, kebiasaan membawa tas yang terlalu berat dapat memengaruhi postur tubuh hingga kesehatan tulang belakang. Kondisi ini sering dianggap sepele, padahal jika berlangsung terus-menerus dapat menyebabkan keluhan nyeri dan gangguan postur pada anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.

Apakah Tas Sekolah Berat Bisa Menyebabkan Skoliosis?

Pada dasarnya, skoliosis adalah kelainan tulang belakang yang melengkung ke samping secara abnormal. Sebagian besar kasus skoliosis pada anak dan remaja bersifat idiopatik atau belum diketahui penyebab pastinya.

Meski demikian, kebiasaan membawa tas yang terlalu berat tidak secara langsung menyebabkan skoliosis. Namun, beban berlebih pada tas dapat memengaruhi postur tubuh, membuat bahu tidak seimbang, tubuh membungkuk, hingga memicu nyeri punggung dan kelelahan otot. Jika dibiarkan terus-menerus, kondisi ini bisa memperburuk postur tubuh dan meningkatkan ketidaknyamanan pada tulang belakang.

Dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan sekolah, anak dan remaja banyak menghabiskan waktu dalam posisi statis seperti duduk di kelas, berdiri saat kegiatan upacara, maupun menggunakan gawai dalam waktu lama. Kebiasaan postur tubuh yang tidak ergonomis, seperti duduk membungkuk, miring, atau posisi kepala terlalu menunduk saat melihat layar, dapat menyebabkan tekanan asimetris pada tulang belakang dan jaringan penunjangnya. Kondisi tersebut, bila terjadi secara berulang dan berlangsung lama, berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kelengkungan tulang belakang.
Sumber : Epiphany Naomi Angel S & Dini Nur Alpiah, 2026. Hubungan Kebiasaan Postur dan Berat Tas Sekolah terhadap Risiko Skoliosis pada Anak dan Remaja.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa membawa tas dengan berat yang melebihi 10–15% dari berat badan anak dapat menyebabkan perubahan biomekanika tubuh, seperti condongnya tubuh ke depan atau ke samping untuk menyeimbangkan beban. Dalam jangka panjang, kebiasaan membawa tas berat, terutama dengan cara yang tidak tepat (misalnya menggunakan satu tali bahu), dapat memengaruhi keseimbangan otot punggung dan bahu, serta menimbulkan tekanan tidak merata pada tulang belakang (Suciati, 2020). http://Suciati, T., & Pratiwi, M. R. (2020). Hubungan Antara Penggunaan Tas Sekolah Dan Keluhan Muskuloskeletal Pada Siswa Sekolah Dasar

Penanganan dan Pendampingan di Ortholight Medika

Ortholight Medika menyediakan layanan pendampingan untuk membantu penanganan gangguan postur dan tulang belakang, termasuk penggunaan brace skoliosis yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien.

Dengan penanganan yang tepat dan edukasi mengenai kebiasaan postur sehari-hari, risiko gangguan pada tulang belakang anak dapat diminimalkan sejak dini.

Kesimpulan

Membawa tas sekolah yang terlalu berat memang tidak secara langsung menyebabkan skoliosis, tetapi dapat memengaruhi postur tubuh dan kesehatan tulang belakang anak. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memperhatikan berat tas, cara penggunaan tas, serta kebiasaan postur anak sehari-hari agar pertumbuhan tulang belakang tetap optimal.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Scroll to Top