Setelah mengalami stroke, beberapa orang mungkin mengalami perubahan pada cara berjalan. Salah satu kondisi yang cukup sering ditemui adalah drop foot, yaitu kondisi ketika bagian depan kaki sulit diangkat saat berjalan.
Akibatnya, ujung kaki dapat terlihat menyeret atau sulit melewati permukaan lantai. Kondisi ini tidak hanya membuat berjalan menjadi lebih sulit, tetapi juga dapat meningkatkan risiko tersandung dan kehilangan keseimbangan.
Lalu, mengapa drop foot bisa terjadi setelah stroke? Dan apakah penggunaan AFO (Ankle Foot Orthosis) dapat membantu?
Apa Itu Drop Foot?
Drop foot bukan merupakan penyakit tersendiri, tetapi istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan mengangkat bagian depan kaki ke arah atas.
Gerakan mengangkat kaki ini disebut dorsifleksi. Saat berjalan, gerakan tersebut penting agar ujung kaki dapat terangkat dari lantai ketika tungkai diayunkan ke depan.
Pada kondisi drop foot, kemampuan tersebut dapat berkurang sehingga posisi kaki cenderung mengarah ke bawah.
Mengapa Drop Foot Bisa Terjadi Setelah Stroke?
Stroke dapat menyebabkan gangguan pada otak yang memengaruhi kemampuan tubuh untuk mengontrol gerakan.
Jika bagian yang mengatur pergerakan tungkai terdampak, otot-otot yang berperan dalam mengangkat kaki dapat menjadi lebih lemah atau sulit dikendalikan. Pada sebagian pasien, stroke juga dapat menyebabkan perubahan tonus otot atau spastisitas yang memengaruhi posisi kaki saat berdiri dan berjalan.
Akibatnya, kaki menjadi lebih sulit dikontrol ketika pasien mencoba mengangkatnya saat berjalan.
Tingkat gangguan setiap pasien tentu berbeda. Ada yang hanya mengalami kelemahan ringan, sementara pada kondisi lainnya gerakan kaki dapat sangat terbatas.
Apa Saja Gejala Drop Foot Setelah Stroke?
Drop foot biasanya lebih mudah terlihat ketika pasien mulai berdiri dan berjalan.
Beberapa tanda yang dapat diperhatikan antara lain:
- Ujung kaki sulit diangkat saat berjalan
- Jari kaki atau bagian depan kaki cenderung mengarah ke bawah
- Ujung kaki terlihat menyeret lantai
- Pasien perlu mengangkat lutut lebih tinggi agar kaki tidak tersangkut
- Langkah menjadi kurang stabil
- Lebih mudah tersandung atau kehilangan keseimbangan
- Kesulitan berjalan di permukaan yang tidak rata
Cara berjalan dengan mengangkat lutut lebih tinggi dari biasanya sering disebut steppage gait. Gerakan ini merupakan salah satu cara tubuh mengompensasi kesulitan mengangkat kaki.
Apa Itu AFO?
AFO (Ankle Foot Orthosis) adalah alat bantu yang digunakan pada area kaki dan pergelangan kaki untuk membantu mengontrol posisi serta pergerakan kaki.
Pada pasien dengan drop foot, AFO dapat membantu mempertahankan posisi kaki agar lebih sesuai saat berdiri dan berjalan. Dengan posisi kaki yang lebih terkontrol, ujung kaki dapat lebih mudah melewati permukaan lantai ketika tungkai diayunkan ke depan.
Jenis AFO yang digunakan tidak selalu sama untuk setiap pasien. Pemilihannya perlu mempertimbangkan kondisi otot, rentang gerak sendi, tingkat kelemahan, pola berjalan, serta aktivitas yang dilakukan pasien.
Bagaimana AFO Membantu Pasien dengan Drop Foot?
Penggunaan AFO dapat membantu memberikan dukungan dan kontrol pada kaki serta pergelangan kaki selama pasien melakukan aktivitas.
Beberapa manfaat yang dapat diperoleh sesuai kondisi pasien antara lain:
1. Membantu menjaga posisi kaki
AFO membantu mempertahankan posisi kaki dan pergelangan kaki agar lebih terkontrol saat berdiri maupun berjalan.
2. Membantu mengurangi risiko ujung kaki tersangkut
Dengan posisi kaki yang lebih terkontrol, AFO dapat membantu menjaga agar bagian depan kaki tidak terlalu turun ketika tungkai bergerak ke depan.
3. Membantu membuat pola berjalan lebih stabil
Kontrol pada pergelangan kaki dapat membantu pasien mendapatkan pola pijakan yang lebih terarah sehingga berjalan menjadi lebih aman dan stabil.
4. Mendukung aktivitas sehari-hari
Dengan dukungan yang sesuai, pasien dapat lebih percaya diri dalam melakukan aktivitas seperti berjalan di rumah atau melakukan aktivitas di luar rumah.
Namun, AFO bukan pengganti latihan atau rehabilitasi setelah stroke. Penggunaan AFO umumnya menjadi bagian dari penanganan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien.
Kesimpulan
Drop foot merupakan salah satu kondisi yang dapat terjadi setelah stroke akibat gangguan kontrol gerak pada tungkai. Kesulitan mengangkat bagian depan kaki dapat memengaruhi pola berjalan dan membuat pasien lebih mudah tersandung.
AFO dapat menjadi salah satu alat bantu untuk membantu mengontrol posisi kaki dan mendukung keamanan saat berjalan. Namun, jenis dan penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
Jika Anda atau anggota keluarga mengalami kaki sulit diangkat setelah stroke dan ingin mengetahui apakah membutuhkan AFO, pemeriksaan dapat dilakukan untuk mendapatkan rekomendasi yang sesuai.
Ortholight Medika menyediakan layanan pemeriksaan dan pembuatan orthosis yang disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan pasien. Konsultasikan kondisi Anda untuk mengetahui pilihan alat bantu yang tepat.