Pakai Brace Skoliosis, Apakah Anak Masih Bisa Beraktivitas Normal?

Ketika anak atau remaja disarankan menggunakan brace untuk skoliosis, salah satu hal yang sering menjadi kekhawatiran orang tua adalah, “Nanti anak masih bisa beraktivitas seperti biasa nggak?”

Wajar jika muncul kekhawatiran tersebut. Brace memang digunakan dalam waktu tertentu dan terasa berbeda ketika pertama kali dipakai. Namun, penggunaan brace bukan berarti anak harus berhenti beraktivitas.

Dengan penyesuaian yang tepat, anak tetap dapat menjalani berbagai kegiatan sehari-hari sambil menggunakan brace sesuai anjuran.

Apa Fungsi Brace pada Skoliosis?

Brace merupakan salah satu pilihan penanganan untuk skoliosis, terutama pada anak atau remaja yang masih dalam masa pertumbuhan dan memiliki kondisi yang sesuai untuk penggunaan brace.

Tujuan penggunaannya adalah membantu mengontrol perkembangan kurva tulang belakang selama masa pertumbuhan. Brace bekerja dengan memberikan tekanan pada area tertentu dan ruang pada area lainnya untuk membantu mengarahkan posisi tubuh.

Jenis brace yang digunakan dapat berbeda-beda, tergantung kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien.

Apakah Anak Tetap Bisa Sekolah Saat Menggunakan Brace?

Bisa.

Sebagian besar anak tetap dapat mengikuti kegiatan sekolah dengan menggunakan brace. Pada awal penggunaan, anak mungkin membutuhkan waktu untuk terbiasa dengan rasa dan bentuk brace saat digunakan di bawah pakaian.

Pemilihan pakaian yang nyaman dan tidak terlalu ketat dapat membantu anak merasa lebih leluasa saat beraktivitas di sekolah.

Yang tidak kalah penting adalah memberikan pemahaman kepada anak bahwa menggunakan brace merupakan bagian dari proses penanganan, bukan sesuatu yang membuatnya berbeda dari teman-temannya.

Bagaimana dengan Bermain dan Beraktivitas?

Anak tetap membutuhkan aktivitas fisik untuk menjaga kebugaran dan kekuatan tubuh.

Namun, jenis aktivitas yang dapat dilakukan saat menggunakan brace perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak dan arahan dari dokter atau tenaga kesehatan yang menangani.

Pada aktivitas tertentu, anak mungkin perlu melepas brace untuk sementara. Hal ini tidak berarti penggunaan brace menjadi tidak efektif, tetapi memang dapat menjadi bagian dari aturan pemakaian sesuai kondisi pasien.

Karena itu, orang tua sebaiknya mengikuti jadwal penggunaan dan aturan aktivitas yang diberikan oleh tenaga profesional.

Apakah Anak Masih Bisa Berolahraga?

Penggunaan brace tidak otomatis berarti anak harus berhenti berolahraga.

Aktivitas olahraga justru tetap penting untuk menjaga kebugaran. Namun, ada beberapa jenis aktivitas yang mungkin perlu disesuaikan, terutama jika melibatkan gerakan atau kontak yang cukup berat.

Latihan seperti Schroth juga dapat menjadi bagian dari program penanganan. Latihan ini dilakukan dengan pola kurva dan kondisi tubuh masing-masing pasien.

Apakah Brace Akan Membuat Anak Tidak Nyaman?

Pada awal penggunaan, rasa kurang nyaman bisa saja muncul karena tubuh masih beradaptasi dengan brace.

Anak mungkin merasa lebih kaku, gerakannya terasa berbeda, atau membutuhkan waktu untuk menemukan posisi yang nyaman saat duduk dan bergerak.

Namun, rasa tidak nyaman yang terus-menerus atau munculnya nyeri perlu diperhatikan.

Brace yang dibuat dan dipasang dengan tepat seharusnya disesuaikan dengan bentuk tubuh dan kebutuhan pasien. Jika terdapat bagian yang terasa terlalu menekan, menyebabkan luka, atau membuat anak kesulitan beraktivitas, sebaiknya dilakukan evaluasi dan penyesuaian.

Apakah Brace Harus Dipakai Sepanjang Hari?

Tidak semua pasien memiliki jadwal pemakaian yang sama.

Lama penggunaan brace dalam sehari dapat berbeda berdasarkan usia, kondisi skoliosis, tingkat kematangan tulang, jenis brace, serta rekomendasi dokter dan tenaga profesional yang menangani.

Karena itu, anak sebaiknya mengikuti jadwal pemakaian yang telah ditentukan, bukan menentukan sendiri berapa lama brace digunakan.

Kepatuhan terhadap jadwal pemakaian menjadi salah satu bagian penting dalam menjalani program brace.

Brace Bukan Berarti Anak Harus Berhenti Beraktivitas

Penggunaan brace memang membutuhkan penyesuaian, terutama pada masa awal. Tetapi, tujuan brace bukan untuk membuat anak berhenti menjalani aktivitas sehari-hari.

Sekolah, bermain, berolahraga, dan berinteraksi dengan teman tetap dapat menjadi bagian dari keseharian anak, dengan penyesuaian sesuai kondisi dan anjuran tenaga kesehatan.

Yang penting adalah memastikan brace sesuai dengan kondisi tubuh anak, digunakan dengan cara yang tepat, dan dievaluasi secara berkala.

Kesimpulan

Jadi, anak yang menggunakan brace skoliosis tetap bisa beraktivitas. Mereka tetap dapat sekolah, bermain, dan melakukan aktivitas fisik tertentu selama aktivitas tersebut sesuai dengan kondisi dan anjuran tenaga kesehatan.

Jika anak merasa tidak nyaman, mengalami nyeri, atau kesulitan melakukan aktivitas setelah menggunakan brace, jangan langsung menghentikan pemakaian sendiri. Sebaiknya lakukan evaluasi untuk mengetahui apakah diperlukan penyesuaian.

Setiap anak memiliki kondisi skoliosis yang berbeda. Karena itu, jenis brace, cara penggunaan, hingga aktivitas yang diperbolehkan juga perlu disesuaikan secara individual.

Ortholight Medika menyediakan layanan pemeriksaan, pembuatan, dan penyesuaian brace skoliosis sesuai kondisi dan kebutuhan pasien. Konsultasikan kondisi anak untuk mendapatkan rekomendasi yang tepat.

#braceskoliosis #skoliosis #spine #3Dbrace #ortholightmedika #scoliosisawareness

Facebook
Twitter
LinkedIn
Scroll to Top