Perbedaan Kaki O dan Kaki X, Mana yang Perlu Diwaspadai?

Banyak orang tua khawatir ketika melihat bentuk kaki anaknya tidak lurus sempurna. Ada yang bentuknya melengkung ke luar seperti huruf O, ada pula yang bengkok ke dalam membentuk huruf X. Kedua kondisi ini sebenarnya sangat umum terjadi pada anak-anak dan seringkali merupakan bagian normal dari proses tumbuh kembang. Namun, pada kondisi tertentu, keduanya bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang perlu penanganan medis. Berikut penjelasan lengkapnya.

Apa Itu Kaki O (Genu Varum)?

Kaki O, dalam istilah medis disebut genu varum, adalah kondisi di mana kedua lutut membentuk celah ke arah luar saat kedua pergelangan kaki dirapatkan. Jika dilihat dari depan, bentuk kaki menyerupai huruf O.

Kondisi ini sangat wajar ditemukan pada bayi baru lahir hingga balita usia 1–2 tahun. Hal ini terjadi karena posisi kaki bayi yang terlipat di dalam kandungan selama masa kehamilan. Seiring bertambahnya usia dan aktivitas berjalan, bentuk kaki O pada anak umumnya akan berangsur lurus dengan sendirinya sebelum usia 3 tahun.

Apa Itu Kaki X (Genu Valgum)?

Sebaliknya, kaki X atau genu valgum adalah kondisi di mana kedua lutut saling bersentuhan atau berdekatan, sementara pergelangan kaki justru menjauh satu sama lain. Jika dilihat dari depan, bentuk kaki menyerupai huruf X.

Kondisi ini umumnya mulai terlihat pada anak usia 2–4 tahun sebagai bagian normal dari perkembangan tulang kaki, dan biasanya akan membaik dengan sendirinya menjelang usia 7–8 tahun.

Kapan Kondisi Ini Termasuk Normal?

Baik kaki O maupun kaki X pada anak-anak umumnya merupakan tahapan normal pertumbuhan tulang. Perubahan bentuk kaki ini mengikuti pola perkembangan alami, mulai dari kaki O saat bayi, berangsur lurus, lalu sedikit membentuk kaki X di usia balita, sebelum akhirnya menjadi lurus sempurna menjelang usia sekolah.

Selama pertumbuhan anak berjalan sesuai usianya, tinggi badan bertambah normal, dan tidak ada keluhan nyeri, kondisi ini biasanya tidak memerlukan penanganan khusus cukup dipantau secara berkala.

Tanda-Tanda yang Perlu Diwaspadai

Meski sebagian besar kasus bersifat normal dan sementara, ada beberapa situasi yang sebaiknya diperiksakan ke dokter, terutama dokter spesialis anak atau ortopedi:

  • Kondisi tidak membaik setelah usia yang seharusnya (kaki O menetap setelah usia 3 tahun, atau kaki X menetap setelah usia 7–8 tahun)
  • Bentuk kaki asimetris, yaitu satu kaki lebih melengkung dibanding kaki lainnya
  • Semakin memburuk seiring waktu, bukan membaik
  • Disertai nyeri saat berjalan atau beraktivitas
  • Anak tampak pincang atau kesulitan berjalan
  • Perawakan pendek dibanding anak seusianya, yang bisa mengindikasikan gangguan pertumbuhan tulang
  • Muncul tiba-tiba pada usia yang sebelumnya sudah normal (misalnya anak usia sekolah yang tadinya lurus tiba-tiba menjadi kaki X atau kaki O)

Kemungkinan Penyebab yang Mendasari

Jika kaki O atau kaki X tergolong tidak normal atau berlebihan, beberapa kondisi berikut bisa menjadi penyebabnya:

  • Rakitis, akibat kekurangan vitamin D, kalsium, atau fosfor yang memengaruhi pembentukan tulang
  • Penyakit Blount, gangguan pertumbuhan pada lempeng tulang di bawah lutut
  • Gangguan metabolik atau ginjal yang memengaruhi penyerapan mineral tulang
  • Cedera atau infeksi pada area pertumbuhan tulang (lempeng epifisis)
  • Faktor genetik atau kondisi bawaan tertentu
  • Obesitas, yang dapat memperberat tekanan pada sendi lutut dan memperparah kaki X

Bagaimana Penanganannya?

Penanganan disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahannya:

  1. Observasi berkala  untuk kasus normal sesuai usia, dokter biasanya hanya memantau pertumbuhan tanpa tindakan khusus.
  2. Suplementasi  jika penyebabnya kekurangan vitamin D atau kalsium, dokter akan memberikan suplemen sesuai kebutuhan.
  3. Fisioterapi atau alat penyangga (brace)  pada beberapa kasus untuk membantu memperbaiki posisi kaki.
  4. Tindakan bedah  dipertimbangkan pada kasus berat, tidak membaik dengan penanganan lain, atau menimbulkan gangguan fungsi berjalan yang signifikan, biasanya dilakukan oleh dokter ortopedi.

Kesimpulan

Kaki O dan kaki X adalah dua kondisi berbeda yang sama-sama umum dijumpai pada masa tumbuh kembang anak, dan pada sebagian besar kasus akan membaik dengan sendirinya. Yang perlu diwaspadai bukanlah bentuknya semata, melainkan pola perkembangannya apakah membaik sesuai usia, simetris, dan tidak disertai gejala lain seperti nyeri atau gangguan pertumbuhan. Jika ragu, pemeriksaan ke dokter anak atau ortopedi adalah langkah paling tepat untuk memastikan kondisi anak.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Scroll to Top