Pernah merasa kaki cepat pegal saat berdiri lama atau berjalan, padahal aktivitas yang dilakukan sebenarnya tidak terlalu berat? Jangan langsung menganggapnya hanya karena terlalu banyak beraktivitas. Salah satu penyebabnya bisa berkaitan dengan bentuk dan struktur telapak kaki.
Setiap orang memiliki bentuk telapak kaki yang berbeda. Ada yang memiliki lengkung kaki normal, lengkung kaki terlalu rendah seperti pada flat foot, atau justru lengkung kaki terlalu tinggi (high arch). Perbedaan bentuk ini dapat memengaruhi bagaimana beban tubuh diterima dan didistribusikan saat berdiri maupun berjalan.
Bagaimana Bentuk Telapak Kaki Bisa Menyebabkan Kaki Pegal?
Saat berdiri dan berjalan, telapak kaki berperan sebagai salah satu penopang utama tubuh. Telapak kaki membantu menerima beban sekaligus menjaga keseimbangan dan membantu tubuh bergerak.
Jika bentuk atau posisi kaki kurang optimal, distribusi beban dapat menjadi tidak merata. Akibatnya, beberapa bagian kaki harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan keseimbangan dan menopang tubuh.
Kondisi tersebut dapat membuat kaki terasa:
- Cepat pegal saat berdiri lama
- Mudah lelah setelah berjalan
- Terasa nyeri pada telapak atau tumit
- Tidak nyaman saat menggunakan sepatu dalam waktu lama
- Pegal hingga menjalar ke betis atau tungkai
Flat Foot dan High Arch, Apa Bedanya?
1. Flat Foot
Flat foot atau kaki datar terjadi ketika lengkung pada bagian dalam telapak kaki terlihat lebih rendah atau bahkan hampir tidak terlihat saat menapak.
Pada kondisi tertentu, posisi kaki dapat mengalami perubahan saat menahan beban. Hal ini dapat memengaruhi pola berdiri dan berjalan sehingga beberapa bagian kaki bekerja lebih banyak.
2. High Arch
Berbeda dengan flat foot, high arch merupakan kondisi ketika lengkung telapak kaki terlalu tinggi. Karena area telapak yang menyentuh permukaan lebih terbatas, tekanan dapat lebih terkonsentrasi pada bagian tertentu, seperti tumit dan bagian depan telapak kaki.
Keduanya dapat memiliki dampak yang berbeda pada pola berjalan dan distribusi tekanan pada kaki.
Apakah Kaki Pegal Berarti Bentuk Kaki Bermasalah?
Belum tentu. Kaki pegal bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti aktivitas fisik yang berlebihan, berdiri terlalu lama, penggunaan alas kaki yang kurang sesuai, hingga kondisi tertentu pada otot dan sendi.
Namun, jika keluhan sering muncul atau terasa berulang setiap kali berdiri maupun berjalan, pemeriksaan bentuk dan fungsi kaki dapat membantu mengetahui penyebabnya.
Pemeriksaan dapat dilakukan dengan melihat bentuk kaki, posisi kaki saat berdiri, pola berjalan, hingga distribusi tekanan pada telapak kaki bila diperlukan.
Bagaimana Cara Mengatasinya?
Penanganan akan disesuaikan dengan penyebab dan kondisi masing-masing orang. Jika keluhan berkaitan dengan distribusi beban pada telapak kaki, salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah penggunaan custom insole.
Custom insole dibuat dengan menyesuaikan bentuk dan kebutuhan kaki sehingga dapat membantu memberikan dukungan pada area tertentu serta membantu mendistribusikan tekanan pada telapak kaki dengan lebih optimal.
Namun, penggunaan insole sebaiknya tidak dilakukan hanya berdasarkan perkiraan bentuk kaki. Pemeriksaan terlebih dahulu dapat membantu menentukan apakah seseorang memang membutuhkan insole dan seperti apa desain yang sesuai.
Jangan Abaikan Kaki yang Sering Pegal
Kaki yang sesekali terasa pegal setelah aktivitas berat mungkin merupakan hal yang wajar. Tetapi jika kaki sering pegal, cepat lelah, atau terasa tidak nyaman setiap kali berdiri dan berjalan, ada baiknya kondisi kaki diperiksa lebih lanjut.
Karena bisa jadi bukan sekadar “kecapekan”, tetapi ada faktor dari bentuk dan cara kaki menopang tubuh yang perlu diperhatikan.