Kelainan Bentuk Kaki pada Anak yang Perlu Diwaspadai Orang Tua

Kelainan Bentuk Kaki pada Anak, Kapan Perlu Dikhawatirkan?

Masa pertumbuhan adalah periode penting bagi perkembangan tulang, sendi, dan otot anak. Perubahan bentuk kaki juga cukup sering terlihat seiring anak belajar berdiri dan berjalan. Namun, tidak semua bentuk kaki yang tampak berbeda merupakan kondisi yang perlu dikhawatirkan.

Beberapa perubahan memang dapat menjadi bagian dari proses tumbuh kembang dan membaik dengan sendirinya. Di sisi lain, ada kondisi tertentu yang perlu diperiksa karena dapat memengaruhi cara anak berdiri, berjalan, hingga aktivitas sehari-hari.

Lalu, seperti apa kelainan bentuk kaki pada anak yang perlu diwaspadai orang tua?

1. Kaki O (Genu Varum)

Kaki O atau genu varum ditandai dengan kedua tungkai terlihat melengkung ke arah luar. Saat anak berdiri dengan kedua kaki dirapatkan, biasanya terdapat jarak di antara kedua lutut.

Pada usia tertentu, bentuk kaki O dapat menjadi bagian normal dari perkembangan anak. Namun, jika kelengkungan terlihat sangat jelas, hanya terjadi pada satu sisi, semakin bertambah seiring usia, atau menetap lebih lama dari yang seharusnya, sebaiknya dilakukan pemeriksaan.

2. Kaki X (Genu Valgum)

Berbeda dengan kaki O, kaki X atau genu valgum membuat lutut cenderung saling mendekat ketika anak berdiri, sementara jarak antara kedua pergelangan kaki terlihat lebih lebar.

Kondisi ini juga dapat muncul sebagai bagian dari perkembangan normal. Akan tetapi, orang tua perlu lebih memperhatikan jika bentuknya sangat mencolok, tidak simetris, menimbulkan nyeri, atau mengganggu pola berjalan anak.

3. Flat Feet atau Telapak Kaki Datar

Flat feet merupakan kondisi ketika lengkungan telapak kaki terlihat rendah atau tidak tampak saat anak berdiri.

Pada anak-anak, lengkungan telapak kaki memang masih berkembang sehingga telapak kaki yang terlihat datar tidak selalu berarti adanya kelainan. Namun, jika anak sering mengeluhkan nyeri pada kaki, mudah lelah saat berjalan atau berdiri, sering tersandung, atau mengalami perubahan pola berjalan, pemeriksaan lebih lanjut dapat diperlukan.

4. In-Toeing atau Kaki Mengarah ke Dalam

Pada in-toeing, ujung kaki anak terlihat mengarah ke dalam ketika berjalan atau berdiri. Kondisi ini dapat berkaitan dengan posisi tulang tungkai atau bentuk kaki dan sering kali terlihat sejak anak mulai berjalan.

Sebagian kasus dapat membaik seiring pertumbuhan. Namun, jika posisi kaki sangat masuk ke dalam, hanya terjadi pada satu sisi, semakin terlihat, atau mengganggu aktivitas anak, sebaiknya diperiksa oleh tenaga kesehatan.

5. Out-Toeing atau Kaki Mengarah ke Luar

Kebalikan dari in-toeing, out-toeing membuat ujung kaki mengarah ke luar saat anak berdiri atau berjalan.

Jika posisi tersebut menetap atau disertai keluhan seperti nyeri, mudah lelah, sering jatuh, atau kesulitan melakukan aktivitas tertentu, evaluasi dapat membantu mengetahui penyebabnya.

6. Clubfoot atau Kaki Pengkor

Clubfoot adalah kelainan bentuk kaki yang menyebabkan kaki tampak berputar ke dalam dan ke bawah. Kondisi ini umumnya sudah terlihat sejak lahir.

Clubfoot membutuhkan penanganan yang tepat agar posisi kaki dapat dikoreksi dan anak memiliki fungsi berjalan yang optimal. Karena itu, semakin dini kondisi dikenali dan ditangani, semakin baik kesempatan untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Kesimpulan

Bentuk kaki anak dapat berubah selama proses tumbuh kembang. Kaki O, kaki X, flat feet, in-toeing, hingga out-toeing tidak selalu berarti adanya masalah serius. Namun, bentuk kaki yang semakin tidak simetris, disertai nyeri, mudah lelah, sering jatuh, atau mengganggu aktivitas perlu mendapat perhatian lebih.

Jika orang tua memiliki kekhawatiran mengenai bentuk atau cara berjalan anak, pemeriksaan dapat menjadi langkah awal untuk mengetahui kondisi kaki secara lebih jelas dan menentukan apakah diperlukan pemantauan atau penanganan tertentu.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Scroll to Top